MALANG KOTA – Banjir masih menjadi masalah serius. Setiap hujan turun dengan intensitas tinggi, beberapa wilayah kerap dilaporkan tergenang.
Wali Kota Wahyu Hidayat menekankan, selain drainase, faktor utama penyebab genangan adalah sampah yang menumpuk dan bangunan ilegal yang menutupi saluran air. Hal itu disampaikan Wahyu pada pelatihan mitigasi bencana di Hotel Aliante, Jalan Aries Munandar, Kecamatan Klojen, Selasa (19/8).
Kegiatan diikuti perwakilan warga dari Kecamatan Klojen dan Lowokwaru. ”Drainase memang sudah ada, tapi kalau tertutup sampah atau ada bangunan di atasnya, genangan tetap terjadi,” tegas alumnus Planologi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang itu. Dia mencontohkan Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) di Lowokwaru yang sering kebanjiran karena sampah menyumbat saluran.
Wahyu menambahkan, banjir semakin parah saat ada kiriman air dari daerah hulu. Selain itu, bangunan ilegal yang berdiri di atas fasilitas drainase seperti warung di atas bak kontrol di Soehat juga menghambat aliran air. ”Bak kontrol yang tertutup membuat aliran air sulit dipantau. Saya berharap ini tidak terjadi di tempat lain,” ujar mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang itu.
Wahyu menegaskan pentingnya kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan. Serta menjaga saluran air tetap bersih agar banjir dapat diminimalisasi. (adk/adn)
Editor : A. Nugroho