Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

SPPG Kedua di Kecamatan Klojen Resmi Beroperasi

Bayu Mulya Putra • Kamis, 21 Agustus 2025 | 18:05 WIB

 

KEDUA DI KLOJEN: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (depan, dua dari kiri) dan Makhrus Soleh (depan, tiga dari kanan) memecahkan kendi sebagai simbol peresmian SPPG Morse di Kecamatan Klojen, kemarin sian
KEDUA DI KLOJEN: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (depan, dua dari kiri) dan Makhrus Soleh (depan, tiga dari kanan) memecahkan kendi sebagai simbol peresmian SPPG Morse di Kecamatan Klojen, kemarin sian

MALANG KOTA - Penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertambah. Itu setelah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Morse diresmikan, kemarin. Itu merupakan SPPG kedua di Kecamatan Klojen.

Peresmiannya dihadiri langsung Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Secara simbolis, Wahyu memecahkan kendi sebagai penanda dimulainya operasional SPPG. Sekaligus harapan agar operasionalnya mendapat keberkahan dan keselamatan.

Untuk sementara, SPPG Morse menyediakan 3.200 porsi MBG per hari. Makhrus Soleh, Ketua Yayasan Kartika Nawa sekaligus pendiri SPPG Morse mengatakan, total ada sembilan sekolah yang bakal dilayani. Mulai dari jenjang SD sampai SMA. Dia memastikan bila jumlah produksi MBG bisa bertambah.

”Kapasitas maksimal kami bisa mencapai 4.000 porsi. Sementara ini untuk siswa sekolah, selanjutnya akan didata untuk ibu menyusui, ibu hamil, dan balita,” tutur dia. Jarak tempuh terjauh SPPG Morse sekitar 2,5 kilometer.

Makhrus menerangkan, pendirian SPPG itu sudah direncanakan sejak Februari lalu. Yayasannya telah mendirikan SPPG terlebih dahulu di Kabupaten Malang. ”Karena saya berpengalaman di usaha kuliner. Sehingga ini upaya kami membantu program Presiden,” terang pemilik Ocean Garden tersebut.

Total, SPPG-nya mempekerjakan 53 orang. Tiga orang merupakan kepala SPPG, bendahara dan ahli gizi. Sedangkan 50 sisanya merupakan tenaga masak. ”Manfaat program ini selain menyediakan makan gratis kepada siswa, juga bisa menyerap tenaga kerja. Saya mendorong teman-teman pelaku usaha ikut membangun SPPG,” tambah Makhrus.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi langkah pihak swasta menyukseskan program MBG tersebut. Dengan pengalaman Makhrus bertahun-tahun di dunia kuliner, dia yakin kualitas MBG dari SPPG Morse tidak perlu dikhawatirkan.

”Seluruh pihak yang ingin membangun SPPG akan kami bantu perizinannya, karena di Kota Malang masih belum banyak,” kata dia. Sayangnya, Wahyu belum menjelaskan secara rinci berapa kekurangan SPPG di Kota Malang.

Dia menekankan, saat ini masih dilakukan pendataan SPPG. Sebab, sebelumnya tidak ada koordinasi dengan Pemkot Malang. Penunjukan SPPG dilakukan langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN). ”Kalau jumlah sekarang masih jauh dari kuota yang ditetapkan pemerintah pusat. Tetapi untuk detailnya masih kami data, agar tidak keliru,” tandasnya.

Dari informasi yang dihimpun wartawan koran ini, total di Kota Malang ada sekitar lima SPPG. Di antaranya SPPG Bahrul Maghfirah, SPPG LP NU Maarif, SPPG Lanal Malang, SPPG Kedungkandang dan SPPG Morse. (adk/by)

Editor : A. Nugroho
#BGN #Mbg #kecamatan klojen #Bertambah #SPPG