Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkot Malang Siapkan Skema Rusunawa untuk Dukung Program Tiga Juta Rumah

Bayu Mulya Putra • Jumat, 22 Agustus 2025 | 16:50 WIB
BISA BERTAMBAH: Rusunawa di Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang jadi satu dari tiga rusunawa di Kota Malang.
BISA BERTAMBAH: Rusunawa di Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang jadi satu dari tiga rusunawa di Kota Malang.

MALANG KOTA - Wacana pembangunan hunian vertikal atau rusunawa kembali mencuat. Pemkot Malang menganggap skema itu cocok untuk mendukung program nasional tiga juta rumah. Sebagai informasi, sejauh ini ada tiga rusunawa yang dikelola Pemkot Malang. 

Dua hunian vertikal diplot untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Satu lagi digunakan untuk guru. Namun untuk lokasi yang terakhir, pemanfaatannya belum maksimal. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menerangkan, pihaknya menghadapi tantangan keterbatasan lahan untuk mendukung program tiga juta rumah yang diinisiasi Presiden Prabowo.

Meski begitu, pemkot sudah menyiapkan tiga langkah. Pertama, lewat program bedah rumah. Program itu rutin dilakukan setiap tahun. Pada 2025 ini, ada 50 rumah yang akan diperbaiki dengan dana dari APBD Kota Malang. Setiap rumah, mendapatkan dana perbaikan Rp 20 juta.

Upaya kedua yang akan ditawarkan ke pusat yakni pembangunan hunian vertikal. Wahyu menyebut, skema itu lebih tepat diaplikasikan di wilayah perkotaan. Sebab, saat ini harga tanah di Kota Malang semakin melambung. 

”Strategi kota kecil, kota besar, dan kabupaten berbeda-beda. Hunian vertikal bisa rusunawa, apartemen atau yang lainnya. Kami akan berkonsultasi (ke pemerintah pusat) langkah mana yang pas untuk mendukung program tiga juta rumah,” papar Wahyu. Upaya terakhir yakni peningkatan aksesibilitas dari luar daerah menuju Kota Malang.

Pria yang sering disapa Pak Mbois itu mengatakan, ke depan tak perlu membangun rumah di Kota Malang. Bisa dilakukan di perbatasan antara Kota Malang dan Kabupaten Malang. ”Sesuai instruksi Kemendagri, aksesibilitas jadi salah satu cara mendukung program tiga juta rumah. Masyarakat tetap mendapatkan rumah layak meskipun lokasinya di kabupaten, kami akan meningkatkan aksesnya saja,” papar Wahyu. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto menyebut, masih banyak lahan kosong aset Pemkot Malang yang bisa dimanfaatkan program tiga juta rumah. Namun tidak ada satu titik yang memiliki lahan yang sangat luas. 

Dengan kondisi itu, konsep hunian vertikal menjadi opsi terbaik. ”Masih perlu dikaji, perlu dibangun berapa unit dan berapa lantai. Sehingga ketemu luasannya berapa,” ujarnya. Bangunan vertikal juga perlu kajian soal penunjang kebutuhan fasilitas publik. Mulai dari akses jalan, drainase, taman bermain anak dan air limbah. (adk/by)

 

Editor : A. Nugroho
#rusunawa #DPUPRPKP #malang #Pemkot #mbr