Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Nomor WhatsApp Kepala Disporapar Kota Malang Kena Retas

Aditya Novrian • Selasa, 9 September 2025 | 16:05 WIB
WASPADA : Seorang warga mendapat pesan WhatsApp dari salah satu pejabat Pemkot Malang yang sudah diretas oleh hacker kemarin siang.
WASPADA : Seorang warga mendapat pesan WhatsApp dari salah satu pejabat Pemkot Malang yang sudah diretas oleh hacker kemarin siang.

MALANG KOTA - Nomor WhatsApp pribadi pejabat tinggi Pemkot Malang baru-baru ini menjadi sasaran peretasan. Satu pejabat aktif teridentifikasi menjadi korban. Yakni Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Baihaqi.

Tak hanya itu, mantan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Totok Kasianto yang sudah pensiun pun juga jadi korban. Aksi ini tak sekadar mengganggu komunikasi pribadi. Pelaku yang tidak bertanggung jawab bahkan mengirimkan pesan penipuan dan meminta sejumlah uang kepada kontak korban.

Selain itu, modus lainnya memanfaatkan undangan dalam format aplikasi yang dikirim via WhatsApp. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang Muhammad Nur Widianto mengatakan, peretasan kemungkinan dilakukan dengan metode phishing. ”Kemungkinan ini metode phishing. Sebelumnya, kedua orang tersebut sempat mengklik sesuatu. Setelah dibuka, WhatsApp mereka ditarik pelaku,” jelas pria yang akrab disapa Wiwid itu.

Menurut Wiwid, target peretasan sengaja menyasar kepala dinas karena jaringan mereka yang luas. Selain itu, pelaku menggunakan pendekatan psikologi. Pesan yang dikirim terlihat seolah berasal dari orang dekat, sehingga sebagian penerima mungkin merasa familiar dan sampai menyetujui permintaan yang diajukan hacker.

Wiwid mengingatkan masyarakat maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Malang harus lebih berhati-hati dalam mengakses aplikasi atau tautan yang tidak jelas asalnya. ”Jangan mudah mengklik aplikasi sembarangan. Hal itu berpotensi menjadi pintu masuk peretasan,” imbuhnya.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan digital, terutama bagi pejabat publik yang memiliki jaringan luas. Tidak hanya sekadar menjaga komunikasi pribadi, langkah pencegahan seperti memverifikasi setiap tautan dan mengaktifkan keamanan tambahan pada aplikasi menjadi krusial. (adk/adn)

Editor : A. Nugroho
#peretasan #BKPSDM #Disporapar #nomor whatsapp #diskominfo