MALANG KOTA – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menunjukkan kepeduliannya terhadap korban ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Salah satu korban diketahui berasal dari Kota Malang, yakni Muhammad bin Syamsul Arifin, warga Kecamatan Kedungkandang.
Wahyu bersama jajaran perangkat daerah mengunjungi rumah Syamsul pada Minggu malam (5/10). Santri kelas 3 MTs itu baru saja dipulangkan dari rumah sakit di Mojokerto setelah menjalani perawatan akibat insiden tersebut.
”Kami berharap ananda Syamsul segera pulih dan bisa kembali belajar seperti biasa. Pemkot akan memastikan pendampingan penuh selama masa pemulihan,” ujar Wahyu.
Dalam kunjungan itu, Wahyu didampingi kepala dinas kesehatan, kepala dinas sosial, kepala bagian kesejahteraan rakyat, camat kedungkandang, dan lurah setempat. Ia juga menginstruksikan Puskesmas Kedungkandang untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap Syamsul dan korban lainnya yang berasal dari Kota Malang.
Jika dibutuhkan, RSUD Kota Malang siap memberikan layanan perawatan lanjutan. Selain itu, Dinsos turut menerjunkan tim trauma healing untuk membantu pemulihan psikologis korban dan keluarga.
”Seluruh perangkat di 57 kelurahan kami minta aktif melakukan pendataan. Jangan sampai ada warga Kota Malang yang menjadi korban tapi belum tertangani,” tegas Wahyu.
Kunjungan orang nomor satu di Kota Malang itu menjadi wujud empati sekaligus komitmen pemerintah kota dalam memastikan perlindungan dan pendampingan bagi seluruh warganya. Terutama saat menghadapi musibah. (mel/adn)
Editor : A. Nugroho