Wali Kota Malang Wahyu Warning SPPG yang Pasok Makanan Basi
A. Nugroho• Sabtu, 18 Oktober 2025 | 19:53 WIB
CEK LANGSUNG: Tim dari Puskesmas Dinoyo dan Dinas Kesehatan Kota Malang meninjau SPPG Bani Umar, 10 Oktober lalu.
MALANG KOTA – Wali Kota Malang Wahyu Hidayah me-warning Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan ke SDN Dinoyo 2 Malang. Sebab, makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut basi.
Seperti diberitakan, hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menemukan penyebab menu MBG basi karena terkontaminasi mikroba. Kemungkinan kontaminasi itu disebabkan pencucian wadah atau ompreng kurang bersih.
Wahyu menegaskan, peringatan sudah disampaikan kepada penyedia menu MBG yaitu SPPG Bani Umar. Dalam proses penyediaan makanan, lanjut dia, sudah ada standar operasional prosedur (SOP) yang mengatur.
Kemungkinan pada saat itu terjadi kurang ketelitian. Sehingga pencucian ompreng tidak sepenuhnya bersih.
”Sudah jelas SOP-nya harus dicuci dengan air panas. Agar bakteri dan lemak bisa terangkat seluruhnya,” ujar Wahyu.
Selain peringatan, Wahyu belum memberikan sanksi kepada SPPG terkait. Namun tidak menutup kemungkinan, ada tindakan tegas bila kejadian serupa terulang lagi.
Misalnya, pemkot melaporkan ke pihak Badan Gizi Nasional (BGN). "Kejadian beberapa waktu lalu menjadi pelajaran bagi mereka. Kami memberi peringatan keras,” kata Wahyu.
”Jika hal ini terulang, kemungkinan BGN akan mencabut izinnya,” tambah alumnus Institut Teknologi Nasional (ITN) itu.
Wahyu menambahkan, pengawasan bakal dilakukan secara ketat melalui inspeksi mendadak (sidak). Bukan sekadar evaluasi administratif.
"Kami lakukan inspeksi rutin agar SOP yang dirancang benar-benar dilakukan SPPG. Pengawasan ini merupakan instruksi langsung dari pemerintah pusat," tegas pemilik kursi N1 itu.
Di sisi lain, pemkot terus mendampingi dan memberikan saran pada pemenuhan Sertifikat Laik Higienie dan Sanitasi (SLHS).
Wahyu menekankan, sudah dilakukan pelatihan penjamah makanan kepada seluruh SPPG. Saat ini tinggal proses revisi maupun melengkapi syarat SLHS.
”Tahapan pemenuhan SLHS sudah berlangsung dan kami terus mengawal. Dengan penerapan SOP ditambah SLHS, semakin meningkatkan keamanan program MBG,” pungkas Wahyu. (adk/dan)