Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mocopart Pamerkan Motor Pertama yang Masuk Indonesia di Gedung Taman Krida Budaya Malang

A. Nugroho • Minggu, 19 Oktober 2025 | 17:42 WIB
KREATIF: Beberapa motor custom dipajang di gedung Taman Krida Budaya Jawa Timur, Jalan Soekarno-Hatta kemarin (18/10)
KREATIF: Beberapa motor custom dipajang di gedung Taman Krida Budaya Jawa Timur, Jalan Soekarno-Hatta kemarin (18/10)

MALANG KOTA - Sebanyak 40 sepeda motor custom dan 20 sepeda angin low rider dipamerkan di gedung Taman Krida Budaya, Jalan Soekarno-Hatta kemarin (18/10). Motor custom milik 15 komunitas di Malang Raya tersebut bervariasi. Mulai dari chopper dengan ciri khas stang tinggi hingga jenis tracker dengan ciri khas jok datar serta stang rendah. Festival berjudul Mocopart 2025 itu dihadiri dua ribu pengunjung per hari.

Tak hanya motor custom, Mocopart juga menghadirkan sepeda motor pertama yang masuk ke Indonesia, yakni tahun 1894. Motor yang dirancang perusahaan motorrad di Munchen, Jerman itu koleksi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur. Bahan bakarnya bukan bensin, tapi uap. Motor dengan merek Hildebrand & Wolfmuller tersebut hanya diproduksi 20.000 unit di seluruh dunia. ”Bisa kami katakan ini pameran motor custom terbesar pertama di Kota Malang,” ujar Ketua Panitia Mocopart 2025 Ariantanto E. Harnoko kemarin (18/10).

Dia mengatakan, motor custom berbeda dengan motor modifikasi. Para builder pada motor custom membuat komponen bodi motor sendiri. Yang berasal dari pabrikan hanyalah mesin atau casis saja. Dalam pameran tersebut, casis dengan CC mulai 200 sampai 500 juga ikut ditampilkan.

Tiap komunitas yang hadir memiliki ciri khas produk tersendiri. Masing-masing mereka membawa 2-4 motor custom kebanggaan. Ada yang bertema kuburan dengan menaburi sepeda motornya menggunakan tanah dan bunga. Salah satu komunitas juga menampilkan motor custom bertema vintage dengan ciri khas bodi yang berkarat.

Komunitas motor custom mayoritas adalah seniman. Untuk itu, aspek budaya dan sosial kental terekam dari karya-karyanya. Selain pameran, mereka juga menyediakan tenan-tenan keperluan motor custom seperti spion, helm, hingga kacamata riding.

Selain pameran, mereka mengawali festival dengan agenda riding. Sebanyak 100 motor custom konvoi dari Kedai Cahaya Baru 2 di Klojen sampai Taman Krida Budaya di Kecamatan Lowokwaru. Mereka juga merayakan perkumpulan pencinta motor custom itu dengan konser musik reggae hingga mendatangkan band The Panturas.(aff/dan)

Editor : A. Nugroho
#Taman Krida Budaya #malang #Motor Custom