Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jembatan Sukun-Wagir Rusak sejak Lima Tahun Lalu

Mahmudan • Jumat, 24 Oktober 2025 | 17:55 WIB
BUTUH PERBAIKAN: Warga melintasi jembatan Kampung Baru Kepuh di Kelurahan Bakalankrajan, Kecamatan Sukun yang rusak sejak lima tahun lalu.
BUTUH PERBAIKAN: Warga melintasi jembatan Kampung Baru Kepuh di Kelurahan Bakalankrajan, Kecamatan Sukun yang rusak sejak lima tahun lalu.

MALANG KOTA – Jembatan di Bandungrejosari, Kecamatan Sukun rusak sejak lima tahun lalu, namun tak kunjung diperbaiki hingga kini. Jembatan tersebut menghubungkan Gang 4 Kampung Baru Kepuh, Sukun, Kota Malang, dengan Kampung Buwek, Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Pantauan di lokasi, landasan jembatan berbahan plat baja sudah tidak rata. Condong ke bawah dan membahayakan pengguna. ”Kondisi seperti ini sudah sekitar lima tahun," ungkap warga Kampung Baru Kepuh, Yunarni, kemarin (23/10).

Informasi yang diterima Yunarni, jembatan tak kunjung diperbaiki karena berada di perbatasan Kota Malang dengam Kabupaten Malang. Padahal, jembatan tersebut kerap menjadi jalan alternatif, terutama untuk anak-anak sekolah. Jika harus melintasi jalan lain, jaraknya lebih jauh. Apalagi untuk anak-anak sekolah yang tidak membawa kendaraan sendiri.

PEBATASAN: Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Bakalankrajan, Kota Malang menuju Kampung Buwek, Kabupaten Malang menjadi jalur alternatif
PEBATASAN: Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Bakalankrajan, Kota Malang menuju Kampung Buwek, Kabupaten Malang menjadi jalur alternatif

Warga sekitar sudah berkali-kali mengajukan perbaikan jembatan, namun belum ada hasilnya. "Akhirnya diperbaiki kecil-kecilan oleh warga sini, misalnya dikasih bambu," terang Yunarni.

Di lain pihak, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang R. Dandung Djulharjanto mengatakan, pihaknya terus melakukan pendataan terhadap jembatan-jembatan yang membutuhkan perbaikan. Namun realisasi perbaikan tetap menyesuaikan anggaran pemkot. ”Ada beberapa yang menjadi prioritas pemeliharaan seperti Jembatan Brawijaya dan Jembatan Sonokembang,” ujar Dandung.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan perbaikan pada Jembatan Sonokombang. Anggaran untuk perbaikan berasal dari biaya tidak terduga (BTT). Namun saat ini, DPUPRPKP Kota Malang masih melakukan perhitungan. Pihaknya berharap perbaikan bisa dilakukan secepatnya. (mel/dan)

Editor : A. Nugroho
#DPUPRPKP #btt #Kota Malang #jembatan