MALANG KOTA - Event skala nasional bakal digelar di Malang Creative Center (MCC), 6-10 November nanti.Namanya Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025. Event itu digelar setelah Kota Malang ditetapkan sebagai UNESCO Creative Cities Network pada 31 Oktober lalu.
Kota Malang bakal berkolaborasi dengan Kota Batu dan Kabupaten Malang untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.Tema yang diusung berjudul Nusantaraya.Event itu bakal menampilkan berbagai macam kebudayaan dari Malang Raya.
Selain itu, seluruh segmen seni mulai art installation, tampilan musik, hingga showcase kreatif bakal ikut memeriahkan acara. “Kami menyajikan Festival Mbois 10 sebagai bentuk nyata sinergi pembangunan berbasis kreativitas,” ujar Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Itu sebagai bukti bahwa ide, seni, dan inovasi menjadi sumber daya utama kemajuan Kota Malang. Ambisi itu juga untuk mendorong Jawa Timur menjadi creative province.Wahyu juga terus memperkuat peran Kota Malang sebagai poros ekonomi kreatif yang menyejahterakan rakyat.
Dalam Festival Mbois itu, pihaknya bakal menggandeng seniman hingga UMKM Kota Malang.Wahyu ingin kreativitas warga Kota Malang tidak hanya menjadi ekspresi budaya. Namun juga sebagai motor penggerak ekonomi berkelanjutan.
Lebih rinci, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang Baihaqi menuturkan, ada tiga pokok acara yang diselenggarakan di Kota Malang. Seluruhnya terpusat pada hari Sabtu, 8 November mendatang. “Ada international conference, Festival Mbois, hingga Kongres ICCN (Indonesia Creative Cities Network),” ujar dia.
International conference yang diadakan bertajuk Future Creative Ecosystem: AI, Media Art, and Digital Humanity. Fokusnya membahas penggunaan AI untuk industri kreatif.Sementara Kongres ICCN bakal diikuti 260 delegasi kota/kabupaten dari seluruh Indonesia.Tujuannya untuk membahas arah gerakan kreatif nasional menuju 2045.
Seluruh kegiatan terpusat di Malang Creative Center (MCC), di Kecamatan Blimbing. Terkait arah Kota Malang menjadi kota kreatif, Baihaqi mengaku akan berkoordinasi lebih lanjut.
Menurut dia, langkah Kota Malang sebagai kota kreatif tetap harus dalam koridor rencana pembangunan jangka menengan daerah (RPJMD). “Yang jelas bakal ada pelatihan untuk menguatkan keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Malang,” pungkasnya. (aff/by)
Editor : A. Nugroho