MALANG KOTA - Musim hujan diperkirakan bakal berlangsung sampai Februari 2026 nanti. Untuk itu, BPBD Kota Malang mengimbau masyarakat agar waspada. Sebab dari pendataan sementara, terdapat 40 kelurahan yang masuk area rawan bencana.
Kepala BPBD Kota Malang Prayitno menyebut, di Kota Malang sebenarnya ada 57 kelurahan. Namun yang tergolong rawan bencana ada 70 persen atau 40 kelurahan. Lokasinya tersebar di lima kecamatan. ”Contohnya untuk masing-masing kecamatan ada Kelurahan Bareng, Kelurahan Arjosari, Kelurahan Bumiayu, Kelurahan Dinoyo, dan Kelurahan Bandulan,” sebut dia, kemarin (5/11).
Setiap kelurahan memiliki kerawanan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, untuk wilayah yang tergolong rawan banjir ada di Kelurahan Arjosari. Di sana, yang tingkat kerawanannya tinggi ada di Jalan Teluk Pelabuhan Ratu.
Lokasi lain seperti di Kelurahan Bareng juga rawan banjir. Yang kerawanannya tinggi di Jalan Bareng Raya IIA, Jalan IR Rais, Jalan Kelud Jalan Bareng Tenes 4A, dan Jalan Bareng Kartini. Ada pula kelurahan yang rawan longsor.
Selain itu juga rawan gempa bumi, rawan cuaca ekstrem, bahkan rawan multi-bencana. ”Karena kondisi ini, ada 13.465 rumah dan 53.860 jiwa yang rawan terdampak bencana di 40 kelurahan,” terang Prayitno. Paling banyak di Kelurahan Mojolangu dan Kelurahan Oro-Oro Dowo.
Kendati demikian, data itu baru bersifat analisis spasial atau analisa data berdasar lokasi geografis. Belum sampai sensus penduduk. Meski demikian, pihaknya tetap menyampaikan imbauan agar masyarakat senantiasa berhati-hati. Misalnya saja untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika intensitas hujan tengah tinggi.
Di samping itu, sosialisasi kebencanaan juga terus dilakukan di masyarakat, sekolah, hingga swasta. ”Kami sering menggelar pelatihan agar masyarakat semakin memahami apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana,” sebut Prayitno. Selanjutnya ada penyaluran logistik untuk penanganan sementara.
Tujuannya membantu pemulihan masyarakat yang terdampak bencana. Seperti diberitakan, cuaca ekstrem yang terjadi 2 November lalu menimbulkan banyak kerugian. Dari data BPBD, ada 10 kendaraan dan 17 bangunan yang terdampak banjir dan angin kencang. Selain itu juga terdata ada tiga warga yang mengalami luka-luka. (mel/by)
Editor : A. Nugroho