Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sambut Bus Trans Jatim, Pemerintah Kota Malang Seriusi Rencana Rerouting Angkot

Bayu Mulya Putra • Jumat, 7 November 2025 | 15:57 WIB
PERSIAPAN MENYAMBUT OPERASIONAL BUS TRANS JATIM
PERSIAPAN MENYAMBUT OPERASIONAL BUS TRANS JATIM

MALANG KOTA - Untuk mendukung operasional Bus Trans Jatim Koridor I Malang Raya, Pemkot Malang sudah menyiapkan tiga skema. Meliputi skema rerouting angkot, angkutan kota (angkot) untuk pelajar, dan feeder (angkutan penghubung). Yang akan diterapkan pada tahun ini baru rerouting.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang R Widjaja Saleh Putra menjelaskan, rerouting merupakan pengalihan rute beberapa trayek angkot. Tujuannya untuk mencegah angkot bersinggungan dengan rute yang dilalui Bus Trans Jatim. ”Rerouting nanti bisa diterapkan ke seluruh trayek maupun sebagian,” kata Jaya.

Langkah itu penting karena trayek angkot di Kota Malang tidak pernah berubah sejak 1998. Atas kondisi itu, ada angkot yang masih aktif dan tidak aktif di 25 trayek yang terdaftar. Kondisi trayek yang sekarang dinilai tidak efektif lagi. Sehingga perlu pembaruan.

Baik dalam bentuk pemindahan rute maupun penambahan rute baru yang sebelumnya tak dijangkau angkot. Dengan rerouting, angkot tetap beroperasi seperti biasa. Namun pada trayek-trayek yang telah diperbarui. ”Untuk rerouting akan kami pastikan pekan ini,” tegas pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.

Sementara skema lain seperti angkot untuk pelajar masih menunggu anggaran tahun 2026. ”Namun rencananya ada 80 angkot yang dilibatkan untuk program angkot pelajar,” sambung Jaya. Puluhan angkot yang direncanakan itu berasal dari 16 trayek.

Seperti trayek AT, AMH, ABB, dan HML. Setiap trayek bakal melayani sekolah yang berbeda-beda. Sebagai contoh untuk AT melayani pelajar SMAN 1 dan SMAN 4. Sembari menunggu program angkot pelajar, angkutan masih menggunakan bus sekolah seperti biasa. Bus tersebut dikelola Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang.

Selanjutnya untuk skema feeder (angkutan penghubung), Jaya belum bisa memastikan kapan penerapannya. Sebab, diperkirakan biayanya lebih besar dibandingkan dua skema lainnya. Jaya melanjutkan, untuk menerapkan dua skema dalam rangka mendukung keberadaan Bus Trans Jatim, pihaknya membutuhkan angkot yang laik jalan.

Angkot yang masuk kategori itu harus memenuhi beberapa persyaratan seperti memiliki kartu pengawas (KPS) dan buku uji KIR yang jangka waktunya sesuai tahun pembuatan kendaraan. Sebagai contoh untuk kendaraan tahun 2000, masa berlakunya sampai dengan tahun 2025.

Itu sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor PM 29 Tahun 2015 tentang SPM Angkutan Dalam Trayek. Dishub sudah melakukan pendataan berdasar ketentuan permenhub. Total ada 1.562 angkot. Jumlah itu terbagi berdasar kendaraan yang memiliki KPS aktif dan masing-masing tahun kendaraan (selengkapnya baca grafis).

Di tempat lain, Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Jalan Dishub Provinsi Jawa Timur Ainur Rofiq menyampaikan, tiga daerah di Malang Raya sudah menyiapkan dukungan untuk Bus Trans Jatim Koridor I Malang Raya. Salah satunya Kota Malang dengan skema rerouting angkot.

Ke depan, Rofiq memastikan operasional Bus Trans Jatim di Malang Raya berjalan lancar. ”Namun untuk sekarang kami masih fokus satu koridor dulu. Sementara dua koridor lainnya menunggu kondisi fiskal pemprov tahun 2026,” terangnya.

Di tempat lain, Sekretaris Organisasi Angkutan Daerah (Organda) Kota Malang Purwono Tjokro Darsono menyampaikan bahwa pihaknya berupaya kooperatif dengan rencana pengadaan Bus Trans Jatim di Malang Raya. Itu dilakukan dalam bentuk pembenahan pada armada angkot.

”Misalnya saja perbaikan dalam bentuk pengecatan pada body angkot supaya tidak mengelupas atau pudar,” sebut lelaki yang akrab disapa Ipung itu. Upaya lainnya yakni memastikan kondisi mesin baik. Selain itu, Ipung juga mendorong sopir angkot agar segera mendaftar lowongan sopir bus ke Dishub Provinsi Jawa Timur.

Jika ada sopir yang usianya lebih dari 55 tahun, bisa mengajukan anak atau kerabatnya agar mendapat rekomendasi. Sejauh ini, Ipung menyebut bahwa pihaknya masih menginventarisir sopir yang sudah mendaftar lowongan.

”Kalau di Kota Batu saya dengar sudah ada tiga sopir angkot yang mendaftar,” ucapnya. Jika diterima, para sopir akan mendapat pelatihan dari dishub. Ipung optimistis sopir angkot yang terpilih bisa beradaptasi dengan cepat.

Seperti diberitakan, operasional Bus Trans Jatim Koridor I Malang Raya bakal dimulai 20 November mendatang. Saat ini, persiapan prasarananya sudah menyentuh 85 persen. Dishub Jawa Timur bakal mengucurkan anggaran antara Rp 15 miliar sampai Rp 17 miliar setiap tahunnya. Anggaran itu untuk operasional 15 armada bus.

Anggaran dikucurkan untuk membeli layanan dari perusahaan otobus (PO) yang membentuk konsorsium dalam pengadaan Bus Trans Jatim di Malang Raya. Ada tiga PO yang terlibat di dalamnya. Yakni PT Bagong Dekaka Makmur, PT Tentrem Sejahtera, dan PO Restu Panda. Mekanisme layanan bus seperti itu dikenal dengan istilah buy the service (BTS).

Selain untuk layanan BTS, anggaran dari pemprov juga digunakan untuk menggaji sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam operasional bus. Total bakal ada 45 SDM yang dilibatkan.

Terdiri dari 34 sopir bus, admin, petugas pembersihan bus, dan lain-lain. Rute sementara yang disepakati dimulai dari Terminal Hamid Rusdi, Kota Malang. Berlanjut ke Terminal Landungsari, Kabupaten Malang dan Terminal Batu, Kota Batu. (mel/by)

Editor : A. Nugroho
#Bus #Angkot #Trans Jatim #disdikbud #dishub aceh #KPS