MALANG KOTA – Pemasangan jembatan bailey di Jalan Simpang Sulfat Utara, Blimbing terus dikebut. Sampai kemarin (12/11), progresnya sudah menyentuh 60 persen. Jika tak ada kendala, pengerjaannya diharapkan bisa selesai sebelum 15 hari.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang R Dandung Djulharjanto menyampaikan, bahwa pengerjaan jembatan bailey sudah dilakukan sejak 9 November lalu. Jembatan yang dikerjakan memiliki panjang 30 meter dan lebar 5 meter.
Semula, pelaksana meminta waktu untuk merampungkan pemasangan jembatan selama 15 hari. Namun, pihaknya meminta agar prosesnya dipercepat. Untuk mempercepat pengerjaan, ada 15 personel yang dilibatkan setiap hari. Selain itu, ada alat berat seperti ekskavator yang digunakan mengerjakan jembatan.
Saat ini, pihaknya sudah memasang hampir seluruh segmen jembatan. ”Tinggal satu segmen lagi. Setelah itu, dilakukan pemasangan pelat atau lantai jembatan,” kata Dandung, kemarin (12/11). Dia melanjutkan, meski dipasang jembatan bailey, pihaknya memastikan itu tidak memengaruhi struktur jembatan yang masih tersisa di bagian bawah.
Setelah rampung, jembatan bailey akan digunakan sampai anggaran membangun jembatan yang baru tersedia. Ditanya terkait kapasitas, jembatan sementara itu, dia menyebut bila saran itu hanya bisa dilewati satu mobil secara bergantian. Namun untuk motor bisa dilewati dari dua arah.
Rencananya, warga setempat akan bergantian menjaga kondisi jembatan bailey tersebut. Dandung menambahkan, sembari menunggu proses perakitan selesai, para pengendara bisa mencari jalan alternatif. Misalnya saja melalui kawasan Mangliawan atau Wendit. Bisa juga melalui Jalan Simpang Batu Bara.
Sementara itu, dari pantauan Jawa Pos Radar Malang kemarin sore, tampak enam anggota Komisi C DPRD Kota Malang meninjau ke lokasi. Itu dilakukan untuk memantau progres pemasangan jembatan. Sebab, dalam beberapa waktu terakhir ramai desakan dari netizen agar proses pemasangan jembatan tersebut dipercepat. (mel/by)
Editor : A. Nugroho