MALANG KOTA - Besok (20/11), Bus Trans Jatim direncanakan mulai mengaspal di Malang Raya. Persiapan akhirnya terus dilakukan. Salah satunya mempersiapkan sopir bus melalui test drive yang digelar di GOR Ken Arok, kemarin (18/11).
Test drive dilakukan menggunakan bus bekas Trans Dewata Bali (TWD). Peserta yang mengikuti test drive adalah 30 sopir dari paguyuban angkot. Sebelumnya, mereka terlebih dahulu mendaftar untuk lowongan sopir Bus Trans Jatim yang dibuka Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur.
Pelaksana test drive adalah perwakilan kepolisian di Malang Raya. Salah satu pelaksana test drive Ipda Ardi Firmansyah mengatakan, kegiatan itu dilakukan atas permintaan dari operator Bus Trans Jatim.
”Jadi ada coaching clinic dari kami mengenai jalur zig zag, pengereman, hingga parkir paralel,” ucap lelaki yang juga menjabat sebagai Kasubnit SIM Polresta Malang Kota itu.
Coaching clinic perlu dilakukan karena ke depan para sopir angkot yang mendaftar akan terlibat dalam pelayanan. Sehingga harus dipastikan agar mereka mampu memberikan kenyamanan sekaligus keamanan kepada penumpang bus.
Dalam coaching clinic yang berlangsung mulai pukul 08.00 itu, pihaknya melihat para sopir sudah mampu mengoperasikan bus dengan baik. Namun harus lebih ditekankan lagi perihal keamanan penumpang dan menghafal pool, shelter, maupun rambu bus yang tersedia.
Untuk kelengkapan SIM, banyak sopir yang sudah memenuhi persyaratan. ”Karena nanti yang disopiri bus dan plat kuning, maka sopir harus memiliki SIM B1 Umum. Mereka juga rata-rata sudah punya, tapi ada yang baru B,” terang Ardi.
Edy Sunarko, salah seorang sopir angkot yang mengikuti test drive mengungkapkan, semua tahap berjalan lancar. ”Mungkin masih ada satu atau dua sopir yang butuh penyesuaian,” tutur dia.
Lelaki yang sehari-sehari menyopir angkot trayek MK itu menambahkan, meski ada program Bus Trans Jatim pihaknya tetap mendorong pemda untuk menjalankan komitmen yang sudah disepakati. Salah satunya yakni penyediaan feeder. (mel/by)
Editor : A. Nugroho