MALANG KOTA - Perakitan jembatan bailey di Jalan Simpang Sulfat Utara atau Sonokembang akhirnya rampung. Fasilitas itu bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat mulai pagi ini (20/11). Dari pantauan wartawan koran ini kemarin, tidak ada lagi pengerjaan yang dilakukan.
Hanya ada garis kuning yang dipasang di sisi utara dan selatan jembatan. Meskipun bailey itu terlihat siap digunakan, pengendara belum boleh melintas. Ada beberapa pengendara yang akhirnya putar balik. Umumnya, mereka mengira jembatan tersebut sudah bisa digunakan.
Menurut jadwal, Pemkot Malang akan menguji coba pada Rabu malam, sekitar pukul 21.00 WIB. Uji coba itu khusus untuk kendaraan roda dua. Jembatan bailey tersebut memiliki panjang 30 meter dan lebar 5 meter.
Jika digunakan untuk roda empat, harus dilakukan secara bergantian. Semua proses perakitannya pun lebih cepat dari target. Diperkirakan membutuhkan waktu 14 hari, ternyata rampung dalam 11 hari.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto menyampaikan, jembatan bailey mulai beroperasi pagi ini pukul 06.00 WIB. Belum semua kendaraan dapat melintasi jembatan tersebut.
Sejumlah ketentuan telah disiapkan untuk mendukung keamanan serta kelancaran pengguna jalan. Kendaraan yang bisa lewat adalah roda dua dan roda empat khusus kendaraan pribadi. ”Meskipun lebih lebar dari jembatan bambu, penggunaannya harus bergantian,” kata Dandung.
Bobot kendaraan roda empat ditentukan maksimal 10 ton. Dengan kecepatan maksimal hanya 20 km per jam saat di atas jembatan. ”Untuk angkutan barang juga belum boleh melintas di bailey. Kami harap masyarakat menaati ketentuan, nanti ada petugas yang berjaga,” jelas Dandung.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menekankan, pengerjaan bailey itu menjadi salah satu prioritas pemkot. Sesuai target yang diberikan saat meninjau pekan lalu, bailey harus bisa dilewati pada pekan ini. ”Karena lalu lintas di jalur ini sangat dibutuhkan masyarakat. Sehingga saya minta dipercepat,” tegasnya.
Wahyu mengatakan, penggunaan bailey berlangsung hingga Pemkot Malang membangun ulang Jembatan Sonokembang. Rencananya, pemkot bakal menganggarkan pembangunan jembatan itu pada APBD 2026. ”Karena tidak ada biaya sewa sehingga tidak masalah digunakan sampai jembatan utama nanti terbangun,” tutur Wahyu. (adk/by)
Editor : A. Nugroho