MALANG KOTA – Kehadiran bus Trans Jatim koridor I mengaspal di Malang Raya disambut antusias oleh warga. Sejak diluncurkan pada 20 November, keterisian bus selalu penuh. Bahkan warga rela antre hingga berdiri untuk merasakan bus yang diberi nama Gajayana itu.
Seperti yang terlihat kemarin pagi (23/11) di Terminal Hamid Rusdi. Sejak pukul 05.00, penumpang sudah mulai berdatangan. Tak sedikit dari mereka membawa anak untuk sekadar berkeliling Kota Malang.
Rani Noviana misalnya. Warga Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang itu naik bersama anak dan suaminya. ”Sengaja naik agak pagi. Lihat kemarin (Sabtu) katanya sampai antre dan rebutan masuk (bus),” ujar Rani.
Wanita berusia 29 tahun itu pun senang adanya transportasi publik yang nyaman dan terjaga sistem pelayanannya. Hanya saja, ada sejumlah catatan yang menurutnya butuh segera diperhatikan oleh operator. Yakni realisasi shelter bus yang masih terkesan apa adanya.
”Nggak enak kalau misal naik atau turun di tepi jalan tanpa ada halte. Kalau hujan jelas kebasahan,” ucapnya.
Meski demikian, dia bersama penumpang lain semringah menyambut bus yang dibuat oleh karoseri Tentrem itu. Apalagi ke depan ada rencana penambahan koridor baru.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur Nyono membenarkan kabar tersebut. Jika tak ada aral, tahun depan pihaknya menambah dua koridor baru. Yakni koridor dua dan tiga.
”Mohon doanya saja semoga terealisasi,” ucap Nyono kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin.
Dua koridor itu nanti akan diperluas hingga Bandara Abd Saleh dan Kepanjen, Kabupaten Malang. Nyono pun belum menjabarkan secara detail dua koridor tersebut karena masih harus berkoordinasi dengan Pemkab Malang. (adn)
Editor : Aditya Novrian