MALANG KOTA - Perhelatan Radar Malang Award (RMA) 2025 pada Rabu malam (26/11) di Hotel Grand Mercure Mirama Malang banyak mengapresiasi figur-figur inspiratif. Salah satunya yakni almarhumah Hanik Andriani, yang semasa hidup menjabat sebagai Ketua TP PKK Kota Malang. Atas kiprahnya selama menjabat, Hanik mendapat apresiasi khusus dari Jawa Pos Radar Malang.
Apresiasi itu bertajuk ”Inspiring Woman with a Strong Commitment to People’s Economic Empowerment”. Diberikan langsung dalam bentuk piagam oleh Direktur Jawa Pos Radar Malang Tauhid Wijaya. Yang menerimanya yakni Nabilla Febrina, putri semata wayang pasangan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Hanik Andriani.
Apresiasi diberikan atas program-program yang sudah dijalankan dan diinisiasi Hanik selama menjabat. Misalnya saja program pemberdayaan keluarga maupun masyarakat, akademi ABC untuk edukasi kuliner, hingga percepatan penurunan stunting.
Selain itu, Hanik juga aktif mendorong pemberdayaan empat kelompok kerja (pokja) dalam kepengurusan PKK Kota Malang. Meliputi Pokja I yang berfokus pada keagamaan, Pokja II yang berfokus pada pemberdayaan, Pokja III berfokus pada UMKM dan pangan, serta Pokja IV fokus pada kesehatan dan lingkungan.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan terima kasih untuk apresiasi yang diberikan kepada istrinya. Terlebih lagi, perhelatan awarding bersamaan dengan tahlil tujuh hari wafatnya Hanik.
”Saya mengucapkan terima kasih atas apresiasi dari Jawa Pos Radar Malang atas apa yang sudah dilakukan istri saya selama menjabat sebagai Ketua TP PKK Kota Malang,” ucap dia. Menurut Wahyu, Hanik banyak melaksanakan kegiatan-kegiatan dan selalu berupaya dekat dengan masyarakat.
Itu dilakukan sampai menjelang akhir hayatnya. Sebelum tutup usia, Hanik sempat menghadiri kegiatan Posyandu di RW 7 Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang bersama Ketua Tim Pembina Posyandu Arumi Bachsin. Dalam kegiatan terakhir yang dihadiri Hanik itu, dia turut mendorong pemberdayaan kader posyandu.
Selain itu juga program penyaluran makanan tambahan bagi balita yang membutuhkan. Penyaluran makanan tambahan bertujuan untuk menekan angka stunting. Sebab, pemkot menargetkan ada penurunan angka stunting menjadi 14 persen pada akhir tahun 2025.
”Ke depan tentunya TP PKK Kota Malang masih memiliki banyak program lain yang sudah teragendakan. Saya sebagai tim pembina PKK berharap program-program yang ada terus dilaksanakan,” imbuh Wahyu. Dia juga berharap semangat Hanik semasa hidup bisa menjadi menginspirasi seluruh pokja maupun masyarakat Kota Malang. (mel/by)
Editor : A. Nugroho