Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemerintah Kota Malang Alokasikan Rp 1,9 Miliar untuk Program Angkot Pelajar Gratis

Bayu Mulya Putra • Jumat, 28 November 2025 | 16:18 WIB
BAKAL DIGRATISKAN: Sejumlah pelajar di Jalan Soekarno- Hatta memanfaatkan angkot, kemarin.
BAKAL DIGRATISKAN: Sejumlah pelajar di Jalan Soekarno- Hatta memanfaatkan angkot, kemarin.

MALANG KOTA - Program Buy The Service (BTS) atau subsidi angkot dipastikan berjalan mulai tahun depan. Pemkot Malang sudah menetapkan anggarannya senilai Rp 1,9 miliar. Itu digunakan untuk operasional angkutan pelajar gratis.

Sebelumnya, ada dua konsep yang disiapkan Pemkot Malang dalam program BTS. Pertama, menjadikan angkot sebagai feeder atau angkutan pengumpan untuk bus Trans Jatim. Opsi kedua, menjadikan angkot sebagai angkutan pelajar.

Menimbang ketersediaan anggaran yang ada, konsep angkutan pelajar gratis yang akhirnya dipilih. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra menjelaskan, dalam program BTS pertama itu, pihaknya akan melibatkan 80 angkot. Seluruh biaya operasional mereka akan diganti oleh Pemkot Malang lewat program BTS.

Operasional itu seperti biaya perawatan dan biaya pembelian BBM. ”Kalau sebelumnya pelajar membayar Rp 5 ribu (untuk naik angkot), nanti akan digratiskan,” tutur Jaya. Dengan anggaran hanya Rp 1,9 miliar, dia mengatakan bila anggaran itu tidak bisa sekalian dilakukan untuk peremajaan angkot.

Sehingga, armada angkot yang dikonversi dalam program BTS harus berada dalam keadaan layak. Selain itu harus lolos Uji KIR. ”Nanti ada pengalihan dari Bus Halokes sebagai angkutan pelajar, diganti menjadi angkot eksisting. Meski begitu, kenyamanan tetap kami perhatikan dengan memanfaatkan armada yang layak,” ujar Jaya.

Terkait feeder Trans Jatim, dishub memastikan bakal dibahas lebih lanjut. Seiring dengan rencana rerouting atau penataan kembali jalur dan trayek angkot. ”Rerouting itu nanti menjadi satu kesatuan dengan program feeder,” papar dia.

Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Siraduhitta mengatakan, program itu merupakan bentuk kepedulian terhadap angkot dan upaya meningkatkan kembali peran mereka. Ke depan, diharapkan tak hanya sekadar program BTS saja yang dijalankan.

Menurut dia, Pemkot Malang bisa melakukan peremajaan ulang terhadap armada angkot. ”Seperti diketahui kondisi angkot sangat memprihatinkan. Butuh bantuan dari pemerintah agar mereka bisa bangkit,” kata dia. (adk/by)

Editor : A. Nugroho
#BTS #dishub #malang #Pemkot