MALANG KOTA – Tahapan keberangkatan haji untuk 2026 mulai berjalan. Di Kota Malang, sebanyak 1.164 calon Jemaah haji (CJH) masuk daftar berangkat dan bersiap mengikuti proses pelunasan biaya.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang Subhan menjelaskan, jumlah tersebut berasal dari berbagai kategori Jemaah. Mulai dari lansia hingga reguler. Dari data awal, kelompok lansia mencakup usia 85 sampai 98 tahun sementara jemaah termuda berada pada rentang usia belasan.
Setelah porsi ditetapkan penuh untuk pemberangkatan 2026, seluruh calon jemaah diwajibkan melakukan pelunasan biaya Haji. Pelunasan dibagi dua tahap. Tahap pertama dibuka mulai 24 November hingga 23 Desember 2025. Tahap kedua dijadwalkan pada 2–9 Januari 2026.
”Kami mengimbau CJH untuk segera mengurus biovisa, paspor, dan pemeriksaan kesehatan,” tutur Subhan. Untuk komponen Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) total yang harus dibayarkan sebesar Rp 93,86 juta. Angka itu mencakup Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) senilai Rp 60,64 juta serta pelunasan tambahan sebesar Rp 35,64 juta.
Selain pelunasan biaya, Kemenag juga mengingatkan calon jemaah agar segera menyiapkan kelengkapan administrasi lainnya, termasuk proses biovisa dan pembuatan paspor. Pemeriksaan kesehatan menjadi syarat yang harus dipenuhi. Hingga 25 November lalu, sebanyak 450 orang sudah menjalani cek kesehatan di puskesmas.
Subhan menegaskan pentingnya menyelesaikan seluruh tahapan lebih awal agar tidak terjadi penumpukan di akhir masa persiapan. Ia juga mengimbau jemaah lansia untuk memprioritaskan pemeriksaan kesehatan agar kondisi mereka dapat dipastikan layak mengikuti ibadah Haji. (mel/adn)
Editor : A. Nugroho