Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dinas Perhubungan Kota Malang Dahulukan Angkot Pelajar, Feeder Menyusul

Mahmudan • Jumat, 5 Desember 2025 | 16:37 WIB
TRANSPORTASI UMUM: Rute angkot AL bersinggungan dengan Bus Trans Jatim. Keduanya berpapasan di Jalan Trunojoyo, Kecamatan Klojen, kemarin (4/12).
TRANSPORTASI UMUM: Rute angkot AL bersinggungan dengan Bus Trans Jatim. Keduanya berpapasan di Jalan Trunojoyo, Kecamatan Klojen, kemarin (4/12).

MALANG KOTA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang berkomitmen merealisasikan program angkutan pelajar dan angkot feeder untuk Bus Trans Jatim. Namun penerapannya bertahap. Angkot pelajar ditargetkan beroperasi awal 2026, setelah itu dilanjut feeder.

Sebelum bus Trans Jatim beroperasi, paguyuban sopir angkot sempat menolak. Mereka khawatir pendapatannya semakin tergerus setelah Bus Trans Jatim meng-aspal di Malang raya.

Guna mengakomodasi mereka, Pemkot Malang menjanjikan tetap mengakomodasi sopir maupun armada angkot. Yakni angkot yang terdampak Bus Trans Jatim diubah menjadi angkot pelajar, sebagian juga menjadi feeder. Dishub memastikan angkutan pelajar mulai beroperasi tahun depan.

Diperkirakan melibatkan 80 armada dengan alokasi anggaran Rp 1,9 miliar. Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra menyampaikan, melihat kesediaan anggaran dan persiapan, pihaknya baru bisa menerapkan satu program pada 2026. Yaitu angkutan pelajar gratis. .

Namun, Jaya menekankan, bukan berarti program feeder mandek. Pada 2026, dishub juga akan mulai menggodok konsep angkot sebagai feeder Bus Trans Jatim. "Dibandingkan angkutan pelajar, feeder ini membutuhkan persiapan yang lebih panjang," ujarnya.

Dia menerangkan, langkah awal yang harus dilakukan adalah penentuan rerouting. Nantinya jalur angkot akan disesuaikan dengan rute Bus Trans Jatim. Rerouting juga harus ada dasar hukumnya, melalui peraturan wali kota (Perwali).

”Ada sebagian trayek angkot yang sudah bersinggungan dengan Bus Trans Jatim. Ini akan lebih memudahkan untuk menyusun feeder," terang Jaya. Dalam rerouting tersebut, lanjut dia, dishub juga melakukan komunikasi dengan sopir angkot. Sehingga keputusan tidak diambil sepihak.

Di lain pihak, Ketua Serikat Sopir Indonesia (SSI) Kota Malang Stefanus Hari Wahyudi menyampaikan, pihaknya tidak masalah jika pelaksanaan tahun depan baru angkutan pelajar gratis. Dia hanya meminta program itu bisa segera berjalan awal tahun.

"Semoga kami mendapatkan yang dijanjikan, tidak seperti yang sebelumnya," ujar Sam Obek, sapaan akrabnya. Dia menekankan, keberadaan Bus Trans Jatim yang tidak dibarengi pengembangan angkot, dikhawatirkan akan semakin tergerus.

Menurut dia, angkot sudah memiliki kompetitor berat, yakni ojek online maupun taksi online. "Angkutan pelajar menjadi ruang bagi sopir untuk terus eksis. Jika berjalan dengan baik, peremajaan armada bisa dilakukan secara mandiri," tandasnya.(adk/dan)

Editor : A. Nugroho
#perwali #dishub #malang #ssi