MALANG KOTA - Bantuan tahap pertama untuk korban banjir di Pulau Sumatera yang digalang Pemkot Malang resmi dikirim, kemarin. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memberangkatkan secara langsung 11 truk dan dua pikap. Total bantuan yang terkumpul senilai Rp 1,9 miliar.
Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito menerangkan, bantuan paling banyak adalah sembako. Jumlah yang terkumpul hingga kemarin mencapai 12 ton. Kemudian ada mi instan 4.000 dus, minyak goreng, obat-obatan, pakaian layak, dan alat pendukung lain seperti kasur.
”Bantuan ini berasal dari perangkat daerah, pengusaha, dan masyarakat Kota Malang. Juga dari tetangga-tetangga kita yang ada di Kabupaten Malang dan Kota Batu,” ujar Donny. Pada hari pertama pengumpulan 2 Desember lalu, Donny menyebut bahwa bantuan yang terkumpul masih minim.
Jumlahnya mulai meningkat ketika wali kota mengajak warga melalui media sosial. Postingan itu juga dilihat oleh warga tetangga daerah. ”Banyak dari mereka itu mengetahui informasi dari TikTok pak wali,” imbuh dia.
Donny mengatakan, pengiriman dibagi dalam dua tahap karena ketentuan Lanud Abdulrahman Saleh. Maksimal pengiriman pertama hanya diperbolehkan 12 ton. ”Beras yang terkumpul saja 12 ton. Jadi kami bagi dua tahap pengiriman,” papar mantan Kabag Humas Pemkot Malang itu.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, sebelum menggalang bantuan, pemkot sudah melakukan survei terkait kebutuhan warga terdampak. Sehingga barang yang sudah dikumpulkan bisa dipastikan bermanfaat bagi warga Sumatera. ”Seperti ada kasur, mengingat di sana warga kesulitan untuk tidur,” kata dia.
Pemilik kursi N1 itu menegaskan, penggalangan dana untuk Sumatera itu bukan berarti pihaknya tidak memperhatikan warga Kota Malang, yang pekan lalu terkena musibah serupa. Wahyu memastikan warganya juga telah mendapatkan bantuan dari pemerintah.
”Pastinya kami memperhatikan warga Kota Malang. Saya sudah pastikan mereka semua menerima,” imbuh dia. Terkait bantuan yang mencapai hampir Rp 1 miliar, Wahyu mengucapkan terima kasih atas kepedulian warga Malang. Ini merupakan bukti masyarakat saling membantu satu sama lain. (adk/by)
Editor : A. Nugroho