MALANG KOTA - Langkah antisipasi banjir susulan dilakukan secara serentak di beberapa titik, kemarin (7/12). Jajaran Pemkot Malang dan masyarakat melaksanakan kerja bakti pembersihan saluran irigasi dan drainase. Kegiatan itu dilakukan di 57 kelurahan.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat hadir langsung meninjau tiga titik kerja bakti. Lokasi pertama di Jalan Kediri, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen. Kemudian beranjak ke Jalan Joyo Raharjo, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru. Terakhir di Jalan Terusan Dieng, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun.
Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran menyampaikan, kerja bakti difokuskan pada normalisasi saluran air. Seperti diketahui, pada Kamis pekan lalu, saluran yang tersumbat menjadi salah satu penyebab banjir cukup besar di beberapa titik.
”Kerja bakti yang dilakukan hari ini (kemarin) utamanya di titik yang tergenang banjir kemarin (Kamis). Kami bersama masyarakat melakukan normalisasi selokan dari endapan lumpur dan sampah,” papar Raymond. Dari hasil pengerukan atau normalisasi, ditemui endapan lumpur atau sedimentasi di semua titik.
Selain itu, keberadaan sampah juga memperparah sumbatan saluran air. Setelah normalisasi, Pemkot Malang berharap banjir bisa berkurang. ”Kami minta masyarakat juga lebih tertib dalam membuang sampahnya. Bisa ke TPS terdekat, jangan dibuang ke sungai yang akhirnya menyebabkan banjir,” tegas Raymond.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengajak seluruh warga untuk menjaga lingkungan. Sebab, ketika bencana datang, kerugian yang dialami pasti akan lebih besar. ”Minimal dengan kerja bakti masyarakat memiliki rasa menjaga lingkungan bersama-sama. Saya berharap ini ditingkatkan dengan tidak membuang sampah sembarangan,” ucapnya.
Untuk langkah jangka panjang, tahun depan bakal dilakukan peningkatan jaringan drainase. Wahyu mengatakan, dua titik bakal menjadi fokus utama. Yaitu Jalan Bondowoso, Klojen dan Jalan Letjen Sutoyo, Blimbing.
Seperti diketahui, Jalan Letjen Sutoyo termasuk yang terdampak cukup parah pekan lalu. Ketinggian air di sana mencapai 60 sampai 70 meter. Hingga akses jalan lumpuh selama beberapa saat.
”Untuk penanganan jangka panjang, akan kami evaluasi bangunan yang mengganggu saluran air. Di beberapa titik saya lihat tidak ada bak kontrol, kemudian salurannya menyempit karena bangunan,” papar Wahyu. (adk/by)
Editor : A. Nugroho