Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemerintah Kota Malang Ajak Kampus Tangani Banjir

Mahmudan • Kamis, 11 Desember 2025 | 17:16 WIB
PERAN KAMPUS: Kendaraan melintasi tugu Universitas Brawijaya kemarin (10/12). Jumlah mahasiswa di Kota Malang mencapai ratusan ribu jiwa, sehingga turut menyumbang risiko banjir.
PERAN KAMPUS: Kendaraan melintasi tugu Universitas Brawijaya kemarin (10/12). Jumlah mahasiswa di Kota Malang mencapai ratusan ribu jiwa, sehingga turut menyumbang risiko banjir.

MALANG KOTA – Kampus di Malang bakal punya tugas tambahan. Selain mendidik mahasiswa, juga diminta menangani banjir. Keterlibatan perguruan tinggi dalam menanggulangi banjir merupakan keinginan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya akan menggelar pertemuan guna mematangkan konsep kerja sama dengan kampus. Dia mengungkap, ide melibatkan kampus dalam penanganan banjir bukan murni dari pemkot. Melainkan saran dari Pemprov Jawa Timur.

Dengan tingginya jumlah mahasiswa di Kota Malang, perlu peran kampus dalam pengelolaan lingkungan dan edukasi. "Jumlah mahasiswa di Kota Malang hampir sama dengan penduduk asli, hampir 800 ribu orang. Mereka juga ikut menyumbang sampah. Untuk itu, perguruan tinggi harus dilibatkan dalam penanganan banjir," tegas Wahyu.

Dia menjelaskan, hal pertama yang bisa dilakukan kampus adalah melakukan edukasi kepada mahasiswa. Utamanya untuk tidak membuang sampah sembarangan. Hal kedua adalah pengelolaan lingkungan di internal kampus.

”Perguruan tinggi harus memiliki skema penanganan banjir sendiri. Jangan sampai aliran dari kampus, seluruhnya masuk ke drainase perkotaan. Ini akan menambah beban jaringan," tandas pemilik kursi N1 itu.

Untuk mewujudkan skema itu, Wahyu mendorong perguruan tinggi memperbanyak pembuatan sumur resapan. Selain itu, juga ada sumur injeksi untuk menekan genangan air. ”Hal ini akan saya sampaikan pada forum rektor Kota Malang," tutur Wahyu.

Di lain pihak, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi mendukung rencana pemkot yang melibatkan perguruan tinggi. Selama ini, lanjut Dito, forum rektor sebatas formalitas. Dengan pelibatan kampus ini, menandai kerja sama baru pemerintah dan perguruan tinggi.

"Sudah seharusnya kampus diminta ikut menangani banjir. Tidak hanya dengan ilmunya, tetapi tindakan nyata," ujar Dito. Dengan anggaran operasional yang cukup besar, menurut dia, tidak sulit perguruan tinggi membuat skema penanganan banjir. Seperti pembuatan sumur resapan. (adk/dan)

Editor : A. Nugroho
#kampus malang #dprd #malang #Pemkot