MALANG KOTA – Arus lalu lintas (lalin) selama musim libur natal dan tahun baru (Nataru) diperkirakan semakin padat. Sebab, Malang masih menjadi jujukan favorit untuk mengisi liburan, termasuk menyambut malam pergantian tahun.
Data di Terminal Arjosari mengungkap terjadi lonjakan penumpang setiap musim libur nataru. Khusus nataru tahun ini diperkirakan terjadi penumpang hingga 40 persen. Mayoritas penumpang dari Surabaya untuk area Jawa Timur. Sedangkan penumpang Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) didominasi dari Jakarta (selengkapnya baca grafis)
Komandan Regu (Danru) UPTD Terminal Tipe A Arjosari Nurhadi menyampaikan, rata- jumlah penumpang berkisar 2.500 orang per hari. Terdiri atas 2.000 penumpang menggunakan bus AKDP dan 500 penumpang bus AKAP. ”AKDP paling banyak dari Surabaya dan Blitar. Tetapi untuk AKAP kebanyakan Jakarta atau Bali,” ujar Nurhadi kemarin (11/12).
Selama musim libur nataru, pihaknya memperkirakan ada 3.500 penumpang yang tiba di Kota Malang setiap hari. Mulai 23 Desember 2035 hingga 2 Januari 2026. "Mulai meningkat sebelum cuti bersama itu. Kemungkinan pada 23 Desember depan," terangnya.
Meski diperkirakan terjadi lonjakan penumpang, pihaknya belum ada rencana penambahan armada. Namun jika nanti diperlukan, pihaknya akan meminta PO untuk menambah armada. ”Bisa (penambahan armada) secara insidental, ya dengan melihat tren jumlah penumpang per harinya,” kata dia.
Untuk mengantisipasi kecelakaan (laka) atau kendala lain di perjalanan, pihaknya mewajibkan kendaraan melakukan ramp check. Pengujian kelayakan kendaraan sudah dilakukan sejak awal November lalu.
”Per hari, kami melakukan ramp check kepada 35 bus. Nanti juga akan dilakukan pengecekan di pool (markas) bus itu sendiri. Untuk memastikan keamanan penumpang saat libur panjang,” tandas Nurhadi.
Dari pemeriksaan sementara, dia menerangkan, ada beberapa bus yang mendapat catatan dari UPTD Terminal Arjosari. Misalnya kelebihan kapasitas penumpang dan surat-surat administrasi kendaraan yang belum lengkap.
Selain itu, catatan juga untuk kondisi fisik armada. Mulai rem, ban, hingga lampu kendaraan. ”Kami minta dibenahi sebelum puncak libur Nataru. Kalau belum memenuhi syarat, tidak bisa jalan,” tandasnya. ”Nanti armada yang jalan harus ditempeli stiker lolos ramp check,” tambahnya.
Di tempat lain, indikasi lonjakan penumpang juga terlihat di Stasiun Malang. Berdasar musim libur nataru tahun lalu, terdapat 133.096 penumpang kereta api (KA) per hari. Baik penumpang yang turun maupun berangkat. Meningkat 8 persen dibanding jumlah penumpang pada hari biasa.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan KA tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Rencananya ada 12 KA reguler dan 1 KA tambahan. ”Seluruh kereta beroperasi sejak 18 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026," kata Luqman.
Dia memperkirakan, animo masyarakat untuk melakukan mobilisasi menggunakan kereta selama Nataru tergolong tinggi. Ini terlihat dari penjualan tiket sampai 8 Desember lalu. "Ada 17.454 tiket yang terjual. Itu khusus tiket diskon kereta 30 persen yang kami sediakan," terang dia.
Untuk mendapatkan tiket diskon, dia melanjutkan, ada ketentuan yang bisa diikuti masyarakat. Di antaranya pembelian melalui Access by KAI, website resmi KAI, minimarket, dan penjualan resmi lainnya.
Periode pemesanan tiket dengan tarif diskon dimulai pada 21 November 2025 sampai 10 Januari 2026. Tiket diskon berlaku untuk keberangkatan 22 Desember 2025 sampai 10 Januari 2026. Selain menyediakan diskon, dia mengatakan, KAI juga melakukan sejumlah persiapan. Mulai ramp check, memastikan standar pelayanan sampai menambah personel.
Di lain pihak, Manajemen dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPKOM) Dishub Provinsi Jawa Timur Cito Eko Yuli Saputro menyampaikan, selama nataru, Bus Trans Jatim tetap beroperasi seperti biasa.
Dia memprediksi, ada peningkatan jumlah penumpang. "Belum bisa mengasumsikan berapa persentase peningkatan penumpang, tapi kami melihat dari koridor lain ada peningkatan," ungkap Cito.
Sejak diluncurkan 20 November lalu sampai sekarang, load factor harian Bus Trans Jatim sudah di atas 100 persen. "Namun untuk Nataru tidak ada persiapan khusus. Kami tetap beroperasi seperti biasa," pungkasnya. (adk/mel/dan)
Editor : A. Nugroho