Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tambahan Koridor Baru Bus Trans Jatim Masih Menunggu Hasil Kajian Bappeda Jatim  

A. Nugroho • Sabtu, 13 Desember 2025 | 17:16 WIB
TAMBAH RUTE: Bus Trans Jatim melewati beberapa ruas jalan di Kota Malang kemarin (12/12). Antusiasme masyarakat tinggi, sehingga rutenya bakal ditambah.
TAMBAH RUTE: Bus Trans Jatim melewati beberapa ruas jalan di Kota Malang kemarin (12/12). Antusiasme masyarakat tinggi, sehingga rutenya bakal ditambah.

 

 

MALANG KOTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur berencana menambah dua koridor atau rute Bus Trans Jatim. Namun kepastiannya masih menunggu hasil kajian dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jatim.

”Seharusnya pada Desember 2025 kajiannya rampung," ujar Manajemen dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPKOM) Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur Cito Eko Yuli Saputro kemarin (12/12).

Sebab, dia melanjutkan, kajian sudah dimulai sejak tiga bulan lalu. Cito melanjutkan, sebenarnya pada 2023 lalu pihaknya sudah melakukan kajian secara menyeluruh untuk tiga koridor. Hasil kajian saat itu terealisasi November 2025. Namun baru satu koridor yang sekarang beroperasi, yakni Terminal Hamid Rusdi sampai Terminal Kota Batu.

Dua koridor lain berdasar rencana terdahulu sebenarnya juga sudah selesai disusun. Rutenya melintasi beberapa kawasan seperti dekat Jatim Park 2 untuk di Kota Batu. Selain itu, Kepanjen untuk di Kabupaten Malang.

Hanya saja sekarang sedang dikaji ulang oleh bappeda. Tujuannya untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan kondisi terkini. "Kami sudah berkomunikasi dengan Bappeda agar jika kajian rampung segera diserahkan ke dishub," terang Cito.

Selain menunggu kajian bappeda, pihaknya juga menyesuaikan anggaran. Apalagi tahun 2026 ada efisiensi anggaran yang berdampak kepada seluruh pemerintah daerah. Jika memungkinkan, dua koridor lainnya akan dibahas ulang dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2026.

Untuk saat ini, dishub fokus mengelola satu koridor di Malang Raya dan koridor di daerah-daerah lain. Selain itu melengkapi sarana prasarana yang belum terpasang seperti rambu atau shelter. Jumlah rambu atau shelter yang merupakan lokasi pemberhentian tersebar di tiga daerah. Ada di puluhan titik. Untuk shelter yang sudah terpasang seperti di Kajoetangan Heritage dan kawasan Ketawanggede.(mel/dan)

Editor : A. Nugroho
#pemprov #Transportasi #Trans Jatim #Bappeda #Kota Malang