Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jelang Nataru, Harga Cabai Rawit di Kota Malang Melonjak Hingga Rp 90 Ribu Per Kilogram

A. Nugroho • Sabtu, 13 Desember 2025 | 17:29 WIB
HARGA CABAI MEROKET: Seorang pedagang di Pasar Gadang memilah cabai rawit kemarin siang. Harga cabai sejak awal Desember sudah menunjukkan tren naik.
HARGA CABAI MEROKET: Seorang pedagang di Pasar Gadang memilah cabai rawit kemarin siang. Harga cabai sejak awal Desember sudah menunjukkan tren naik.

MALANG KOTA – Harga cabai rawit mulai naik menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kemarin (12/12), harga di sejumlah pasar tradisional menembus Rp 90 ribu per kilogram. Padahal, dalam kondisi normal, cabai hanya berada di kisaran Rp 30 ribu–Rp 40 ribu per kilogram.


Lonjakan harga sudah terasa sejak awal Desember. Para pedagang terpaksa mematok harga tinggi karena biaya kulakan dari petani juga melambung, mencapai Rp 60 ribu–Rp 70 ribu per kilogram.

Kondisi itu membuat harga di lapak pedagang langsung ikut merangkak.


Fatimah, pedagang di Pasar Gadang mengaku stok cabai kini semakin sulit didapat. Ia dan pedagang lain kerap berebut suplai karena tengkulak membawa barang dalam jumlah terbatas.


”Dari petani sudah Rp 60 ribu. Tengkulak ambil untung untuk transportasi, jadi harga kulakannya memang sudah mahal,” ujar pedagang berusia 60 tahun itu.


Tingginya curah hujan diduga menjadi pemicu utama kelangkaan. Banyak petani gagal panen karena cabai mudah busuk akibat kelebihan air. Akibatnya, pasokan ke pasar semakin menyusut.


”Cabai yang bagus saya jual Rp 90 ribu. Kalau yang sedikit cacat atau agak layu baru lebih murah,” tambah Fatimah.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan membenarkan stok cabai tengah menipis. Selain cuaca ekstrem, panen cabai juga diperkirakan baru berlangsung sekitar satu bulan lagi.


”Kalau berdasarkan hitungan, panen cabai baru akhir Januari,” jelasnya.


Pemkot saat ini tengah menyiapkan skema intervensi harga bersama Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskopindag) serta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Langkah ini diharapkan mampu menahan laju kenaikan harga di tengah masa libur Nataru. (aff/adn)

 

Editor : A. Nugroho
#Naik #malang #cabai #Nataru