Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Transaksi QRIS di Kota Malang Capai Rp 6,5 Triliun

Mahmudan • Selasa, 16 Desember 2025 | 16:06 WIB
LAYANAN PRIMA: Petugas Bus Trans Jatim melayani penumpang yang membayar lewat QRIS beberapa waktu lalu.
LAYANAN PRIMA: Petugas Bus Trans Jatim melayani penumpang yang membayar lewat QRIS beberapa waktu lalu.

MALANG KOTA - Pembayaran digital makin berkembang pesat di Kota Malang. Hingga Oktober lalu, Bank Indonesia (BI) Malang mencatat transaksi Quick Response Indonesian Standard (QRIS) mencapai Rp 6,5 triliun. Mayoritas dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Malang yang mencapai puluhan ribu unit.

Dalam kurun 10 bulan, BI mencatat ada 83,2 juta kali transaksi QRIS. Dengan total tenant mencapai 50 persen dari 613 ribu merchant di Malang raya. Meningkat 1,72 persen secara month to month dibanding September lalu.

Pemakaian QRIS yang massif di Kota Malang didominasi anak muda. Rata-rata generasi Z yang tidak terbiasa membawa uang tunai, sehingga mengandalkan QRIS. “Jadi percepatan pemakaian QRIS di Kota Malang memang lebih berkembang dibanding Kota Batu dan Kabupaten Malang,” ujar Kepala Kantor Bank Indonesia Cabang Malang Febrina.

Dia mengungkap, UMKM di Kota Malang didominasi sektor kuliner, fashion, dan digital kreatif. Ketiga sektor tersebut banyak diakses konsumen dari berbagai kalangan usia. ”Namun paling banyak memang anak muda,” terangnya.

Selain itu, Febrina memaparkan potensi pariwisata seperti Kajoetangan Heritage juga besar. ”Untuk itu, kami mengubah kawasan wisata di jantung Kota Malang itu sebagai kawasan inklusi keuangan,” lanjut Febrina.

Indikasi menjadi kawasan inklusi keuangan adalah banyaknya bank di area tersebut. Kelengkapan jenis pembayaran di tenant-tenant makanan atau wisata juga mendukung status sebagai kawasan inklusi keuangan.

Di lain pihak, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi menyebut ada 90 ribu UMKM di Kota Malang. Hampir 50 persen sudah memakai QRIS untuk opsi pembayaran.

“Kami terus aktif berkoordinasi dengan para UMKM dan membina mereka agar seluruhnya menggunakan layanan keuangan digital,” paparnya. Dia mengatakan, di sektor transportasi seperti Bus Trans Jatim sudah berinovasi menggunakan QRIS.

Kepala dinas perhubungan (dishub) Kota Malang Widjaya Saleh Putra mengatakan, pihaknya mengupayakan melayani pembayaran uang digital untuk sektor transportasi. “Kami bekerja sama dengan BI Malang untuk pembayaran lebih mudah, karena tinggal tap ponsel saja,” katanya.(aff/dan)

Editor : A. Nugroho
#BI #UMKM #qris #malang