Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Segera Rekrut Sopir Angkot Pelajar di Kota Malang, Dilarang Merokok Selama Mengemudi dan Wajib Punya SIM A

Mahmudan • Sabtu, 27 Desember 2025 | 18:45 WIB
TRANSPORTASI: Deretan angkot mangkal menunggu penumpang di Jalan S. Supriyadi, Sukun kemarin. Sebagian angkot akan dijadikan angkutan pelajar.
TRANSPORTASI: Deretan angkot mangkal menunggu penumpang di Jalan S. Supriyadi, Sukun kemarin. Sebagian angkot akan dijadikan angkutan pelajar.

MALANG KOTA – Rencana pengoperasian angkutan pelajar terus dikebut. Dalam waktu dekat akan dilakukan rekrutmen sopir, sehingga mulai beroperasi awal tahun depan. Syaratnya sudah mempunyai SIM dan dilarang merokok selama mengendarai (selengkapnya lihat grafis)

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang R Widjaja Saleh Putra mengatakan, pihaknya berharap proses rekrutmen bisa dimulai pertengahan Januari 2026. ”Namun untuk rekrutmen kami serahkan sepenuhnya kepada koperasi angkot selaku operator,”ujar Jaya, kemarin (26/12).

Rencananya ada tiga koperasi angkot yang menjadi operator. Namun sementara ini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sudah menunjuk satu koperasi. Koperasi tersebut menyaring 80 sopir yang memiliki armada eksisting.

Menunggu Operasional Angkot Pelajar
Menunggu Operasional Angkot Pelajar

Meski rekrutmen dilakukan oleh koperasi, dia mengatakan, dishub akan tetap melakukan pengawasan. Jaya menegaskan, pihaknya juga sudah menyampaikan persyaratan terkait sopir yang bisa direkrut untuk program angkot pelajar.

”Untuk persyaratan, kami minta sopir yang direkrut dalam keadaan sehat jasmani dan rohani," tegas pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.

Sempat dicetuskan pembatasan usia, namun pihaknya masih mempertimbangkan kembali aspek tersebut agar tidak terjadi diskriminasi usia.Persyaratan lain yang harus dipenuhi adalah calon sopir wajib memiliki SIM A umum.

Kemudian selama mengoperasikan kendaraan, para sopir juga dilarang keras merokok. Sebab mengemudikan kendaraan berpenumpang pelajar SD sampai SMA. Jaya tidak ingin kebiasaan merokok memberikan pengaruh negatif terhadap pelajar. Terutama dampak kesehatan menjadi perokok pasif.

Selain itu, kondisi armada juga harus laik jalan. Misalnya armada yang berusia di kisaran tahun 2000, lolos Uji Kir, hingga memiliki kelengkapan administrasi kendaraan lainnya. Terkait dengan sistem kerja sopir, Jaya menyebut bahwa sopir akan melayani para pelajar pada jam sekolah.

Artinya mulai pukul 05.00 sampai maksimal pukul 16.00. ”Apakah mereka (sopir) boleh beroperasi mengangkut penumpang umum selama layanan? Kami kembalikan kepada mereka. Yang penting saat jam masuk dan pulang sekolah sudah stand by,” tegas dia.

Dia mengimbau agar selama memberikan layanan kepada pelajar, sopir tepat waktu.Untuk operasional angkot pelajar, Jaya mengatakan, pemkot sudah mengalokasikan dana atau biaya operasional kendaraan (BOK) dalam APBD 2026.

Nominalnya sekitar Rp 1,9 miliar. ”Untuk membeli layanan atau buy the service selama satu tahun. Peruntukannya meliputi gaji sopir, pemeliharaan armada, dan kelengkapan-kelengkapan lainnya,” terangnya.

Di lain pihak, Ketua Serikat Sopir Indonesia (SSI) Kota Malang Stefanus Hari Wahyudi mengakui ada progres angkot pelajar. Pertemuan terbaru dengan dishub diselenggarakan pada November lalu.

Dalam pertemuan itu dibahas kesiapan koperasi angkot. "Koperasi nantinya yang menentukan sopir mana saja yang ikut angkutan pelajar. Syarat utamanya, armada dalam keadaan layak," terang Hari. Maksud dalam keadaan layak, yaitu armada harus mengikuti Uji Kir secara rutin.

Pria yang akrab disapa Sam Obek itu mengatakan, tiga koperasi tersebut masih melakukan pendataan siapa saja yang masuk kategori layak menjadi sopir angkot pelajar. Tahapan selanjutnya, pihaknya menunggu pertemuan lanjutan dengan dishub membahas masalah teknis rekrutmen dan sistem penggajian.

"Teman-teman minta awal Januari depan sudah dimulai, tetapi kalau dilihat persiapan akhir sepertinya belum bisa. Jadi, kami minta kalau tidak pertengahan ya akhir bulan ini," tegasnya.

Sopir angkotjalur LDG itu mengeluhkan lambannya persiapan program angkutan pelajar. Hingga akhir Desember ini belum ada 80 sopir yang akan dilibatkan dalam program tersebut. "Kami menyayangkan sampai akhir Desember ini belum ada jadwal pasti pelaksanaannya. Pemerintah seperti belum sepenuhnya serius," ungkap Sam Obek.

Terpisah, Sekretaris Organisasi Angkatan Darat (Organda) Kota Malang Purwono menekankan, pihaknya akan menagih keseriusan Pemkot Malang dalam merealisasikan angkot pelajar.

Dijadwalkan, pertemuan paguyuban dengan dishub dilaksanakan Senin (29/12). ”Kami ingin memastikan janji angkutan pelajar ini seperti apa. Karena selama ini baru sebatas membahas kesiapan koperasi,”kata dia.

Dalam pertemuan itu, Purwono meminta segera ditetapkan sopir yang akan terlibat. Kemudian juga dijadwalkan kick off angkutan pelajar. Pria yang akrab disapa Ipung itu menekankan, jangan sampai pelaksanaan angkutan pelajar molor.

Sebab, sopir angkot sudah legawa dengan beroperasinya Bus Trans Jatim. Sebagai timbal balik, sesuai janji Pemkot Malang, segera dilaksanakan program untuk angkot tersebut. "Kami akan menagih janji yang sudah disampaikan pemkot sebelumnya. Kami berharap ada jalan keluar agar angkot bisa eksis kembali," pungkasnya.(mel/adk/dan)

Editor : A. Nugroho
#BOK #Kota Malang #dishub #Pemkot