DAMPAK dari pandemi Covid-19 pada 2020 masih terasa empat tahun setelahnya. Baru pada 2025 investor dan dunia usaha mulai berani menggelontorkan dananya untuk pembangunan. Iklim investasi itu diprediksi bakal berlanjut hingga 2026.
Pada tahun depan, persaingan ekonomi di segala sektor juga diprediksi bakal semakin ketat. Mulai dari kalangan atas hingga sektor UMKM. ”Setelah pandemi, dunia usaha hancur hingga tahun 2022.
Sementara pada 2023 sampai 2024 masih meraba. Kemudian tahun 2025 bangkit dan 2026 akan terjadi perang (persaingan) terbuka,” kata Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Malang Djoko Prihatin, kemarin.
Kebangkitan dunia usaha itu, menurut Djoko, bisa dilihat dari beberapa investasi yang masuk. Seperti pembangunan hotel dan tempat hiburan malam. Pada 2025 ini, tercatat ada dua tempat hiburan malam baru yang beroperasi di Kota Malang.
Sedangkan hotel, ada tiga tempat baru yang sedang dalam tahap pembangunan. Diperkirakan bakal selesai pada 2026 mendatang. ”Sekarang pemodal tak lagi takut untuk mengeluarkan uangnya. Itu akan terus terjadi pada 2026, kami optimistis ekonomi semakin membaik,” tambah Djoko.
Selain berpeluang mendongkrak perekonomian, persaingan terbuka pada 2026 juga memiliki dampak negatif. Djoko menuturkan, dampak itu adalah persaingan yang kurang sehat. Ada kemungkinan pemodal besar akan menjadi pemenang di segala sektor.
Untuk itu, pria yang juga menjadi legislator Kota Malang tersebut meminta asosiasi atau kelompok dunia usaha lebih pro-aktif. Minimal menciptakan iklim usaha yang lebih fair. Mulai dari kalangan bawah hingga kalangan atas.
”Tahun depan UMKM juga harus kreatif, dengan persaingan bebas, kreativitas lah yang mampu membuat kita tetap eksis. Kami berharap sentra kuliner tidak hanya di Kajoetangan, harus ada kawasan baru lainnya,” papar Djoko. Untuk refleksi sepanjang 2025, Kadin menyoroti peran pemerintah untuk dunia usaha.
Dia mengatakan, tahun 2025 merupakan masa transisi Pemkot Malang. Sehingga selama 2025, Wali Kota Wahyu Hidayat juga masih melakukan penataan. Diharapkan pada 2026 Pemkot Malang bisa mendukung perekonomian dengan beberapa kebijakan. Djoko mencontohkan seperti pembangunan destinasi wisata baru.
Ada beberapa titik yang menurut dia bisa dikembangkan lagi. ”Seperti di Jalan Kawi bisa dikembangkan menjadi wisata kuliner yang menarik. Kemudian Pasar Klojen juga memiliki potensi yang besar,” urainya. Ketika semakin banyak pilihan wisata, Djoko menyebut bahwa laju investasi akan terus membaik.
Sebab, untuk meningkatkan iklim usaha, tidak bisa hanya mengandalkan investor. Perlu dukungan dari pemerintah melalui penataan kawasan. Sebab, Kota Malang memiliki potensi dengan banyaknya mahasiswa yang mencapai ratusan ribu orang.
”Kami berharap tahun depan ada lagi pandemi, karena kasihan teman-teman pengusaha. Situasi politik juga diharapkan tidak bergejolak agar investor tidak berpikir dua kali mengeluarkan uangnya,” harap Ketua DPD Golkar Kota Malang itu. (adk/by)
Editor : A. Nugroho