Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

15 Hari, 53 Ribu Penumpang Trans Jatim di Kota Malang

Bayu Mulya Putra • Minggu, 4 Januari 2026 | 12:14 WIB
ANIMO TINGGI: Titik pemberhentian bus Trans Jatim di koridor Kajoetangan jadi salah satu yang paling ramai.
ANIMO TINGGI: Titik pemberhentian bus Trans Jatim di koridor Kajoetangan jadi salah satu yang paling ramai.

MALANG KOTA - Selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) beberapa waktu lalu, Bus Trans Jatim Koridor I Malang Raya banyak diminati masyarakat. Selama 15 hari, tepatnya mulai 18 Desember 2025 sampai 1 Januari 2026, tercatat ada 53.778 orang yang naik bus dari program Pemprov Jatim tersebut.

Kebanyakan menuju ke tempat-tempat wisata. Kepala Seksi (Kasi) Sarana Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim Cito Eko Yuli Saputro mengatakan, jumlah penumpang yang paling banyak tercatat pada 28 Desember 2025.

Saat itu ada 4.081 penumpang. ”Kemudian dilanjutkan tanggal 23 Desember 2025 dengan 3.979 penumpang dan 21 Desember 2025 dengan 3.883 penumpang,” sebut Cito. Para penumpang kebanyakan menuju ke beberapa titik henti di dekat tempat wisata.

Sebagai contoh untuk di Kota Malang ada Shelter Kajoetangan dan Shelter Museum Brawijaya. Kemudian di Kabupaten Malang ada Rambu Sengkaling 1 dan Shelter Sengkaling 2. Sementara di Kota Batu terdapat Rambu BNS 1, Shelter BNS 2, Rambu Jatim Park 2, dan Rambu Jatim Park 2.

”Itu berbeda dengan waktu normal yang didominasi penurunan di titik henti dekat kampus atau pusat perbelanjaan,” sambung Cito. Selain itu, pada hari biasa, yang naik berkisar antara 2.500 sampai 3.500 penumpang.

Cito melanjutkan, karena tingkat keterisian penumpang selama libur Nataru lebih banyak, pihaknya menambah operasional satu armada cadangan. Dari yang sebelumnya hanya 14 bus, menjadi 15 bus yang dioperasikan. Namun, operasional armada cadangan hanya berlaku sampai 31 Desember 2025 lalu.

Royce Giovano Sutikno, salah seorang penumpang Bus Trans Jatim yang dua kali melakukan perjalanan pada masa libur Nataru berpendapat bahwa dishub perlu menambah armada cadangan. Tujuannya untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat masa liburan.

Sebab pada 19 Desember lalu Royce sempat mendapati bus yang dinaikinya hanya bisa mengangkut penumpang maksimal sampai sekitar Terminal Landungsari. ”Pihak bus memprioritaskan yang tujuan dalam Kota Malang karena daya angkut menuju Kota Batu terbatas,” ceritanya.

Sementara penumpang yang hendak ke Kota Batu cukup banyak. Demikian pula saat Royce naik Bus Trans Jatim dari Stasiun Malang ke titik henti di Jalan Kawi. ”Saya naik pukul 14.00 dan kondisinya dipadati penumpang. Banyak yang berdiri,” terangnya.

Royce juga mengamati, selama libur Nataru, banyak penumpang yang turun atau naik di titik henti dekat tempat wisata. Salah satunya yakni Kajoetangan Heritage. (mel/by)

Editor : A. Nugroho
#dishub #malang #kasi #Nataru