MALANG KOTA – Ingin memainkan alat musik dari berbagai negara? Datang saja ke lantai 2 gedung Malang Creative Center (MCC). Di area tersebut terdapat galeri yang menyimpan berbagai alat musik tradisional sampai modern.
Juga dari Indonesia sampai mancanegara. Pengunjung bebas mencoba tanpa dipungut biaya. Namanya Galeri Bingkai Ragam Indonesia milik grup musik Arca Tata Swara. Founder Arca Tata Swara Joko Prihatin mengatakan, alat musik tersebut didatangkan dari India, China, Jepang, Amerika, dan Australia.
Dia mencontohkan didgeridoo dari Austria dan sitar dari India. "Kalau (alat musik) Indonesia paling banyak ya dari Kalimantan,” ujar pria yang akrab disapa A’ak itu. ”Kami ada koleksi alat musik langka, yaitu kadire dari Kalimantan Timur," tambahnya.
Alat musik yang familier juga ditampilkan di galeri tersebut. Di antaranya seruling, gamelan, kecapi dan kendang. ”Pengunjung bisa langsung mencoba alat-alat musik tersebut. Mungkin bagi yang penasaran, karena banyak alat yang jarang didengar oleh orang awam,” terangnya.
Dia mengatakan, keberadaan galeri tersebut untuk mengedukasi masyarakat. Ke depan, pihaknya akan mengadakan event untuk memperkenalkan alat musik nasional maupun internasional. ”Kami merencanakan workshop untuk seluruh alat musik di sini.Jadi bisa dimainkan bersamaan,” jelas Aak.
Di lain pihak, Penanggung Jawab MCC Ageng Bagus Armada menerangkan, galeri tersebut merupakan bagian dari Malang Creative City Planning Gallery. MCC memberikan kebebasan bagi komunitas atau perseorangan untuk menampilkan karya-karyanya dan bisa dinikmati masyarakat umum.
"Konsep MCC adalah kolaborasi.Kami menyediakan fasilitas ruangan. Untuk ide dan alat sepenuhnya berasal dari kolaborator," jelas Arman. Dia mengatakan, keberadaan galeri tersebut menyasar kalangan pelajar. Harapannya, galeri tersebut efektif untuk edukasi sekaligus sarana rekreatif bagi para pelajar di Kota Malang. (adk/dan)
Editor : Aditya Novrian