MALANG KOTA – Mulai kemarin (8/1), sekolah-sekolah kembali mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG). Ini merupakan operasional pertama kali pada 2026, setelah sebelumnya libur selama lima hari. Total ada 43 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani 120 ribu penerima manfaat di Kota Malang.
Meskipun seharusnya serentak beroperasi kemarin,belum semua SPPG aktif. SPPG Morse di Klojen misalnya, baru beroperasi Senin depan (12/1). Kemudian SPPG LP Ma'arif NU juga belum aktif sejak pergantian manajemen pada akhir 2025.
Koordinator Satuan Pelaksana Program Indonesia (SPPI) Kota Malang Muhammad Athoillah menyampaikan, SPPG diliburkan sementara sejak 2 sampai 7 Januari lalu. Libur lima hari dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan. Seperti renovasi bangunan atau melengkapi fasilitas SPPG.
Bagi SPPG yang belum beroperasi, pihaknya memberikan waktu untuk melengkapi persyaratan. ”Dari 43 SPPG, sekitar 20 belum beroperasi pada akhir 2025. Kemungkinan semuanya akan segera aktif,” jelas Atho.
Atho menuturkan, setiap SPPG maksimal memproduksi 3.000 paket makanan. Dengan beroperasinya 43 SPPG, artinya ada 120 ribu pelajar, mulai SD sampai SMA akan menerima MBG awal tahun ini.
"Selain pelajar, ada juga beberapa SPPG yang melayani B3 (ibu hamil, ibu menyusui, balita non-PAUD). Setiap dapur MBG maksimal menyediakan 500 porsi untuk kelompok B3," terangnya.
Di lain pihak, Asisten Lapangan SPPG LowokwaruTulusrejo II MiftachurRizky menuturkan, dapurnya sudah beroperasi sejak kemarin. Pada hari pertama disediakan menu gado-gado dilengkapi susu sapi beserta apel Malang.
Rizky menuturkan, SPPG LowokwaruTulusrejo II beroperasi sejak September 2025 lalu. "Hari ini (kemarin, 8/1) pertama beroperasi pada 2026,setelah libur lima hari," katanya. (adk/dan)
Editor : Aditya Novrian