Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemerintah Kota Malang Ajukan Revitalisasi Pasar Tawangmangu Pakai APBN

Aditya Novrian • Selasa, 13 Januari 2026 | 10:17 WIB
BUTUH PERHATIAN: Kondisi Pasar Tawangmangu yang tak banyak berubah sejak direvitalisasi terakhir 33 tahun lalu.
BUTUH PERHATIAN: Kondisi Pasar Tawangmangu yang tak banyak berubah sejak direvitalisasi terakhir 33 tahun lalu.

MALANG KOTA – Sudah 33 tahun Pasar Tawangmangu belum tersentuh perbaikan besar. Kondisinya pun kian memprihatinkan. Karena itu, Pemkot Malang berencana melakukan revitalisasi dengan mengandalkan dana APBN.

Berdasarkan catatan sejarah, Pasar Tawangmangu berdiri pada 1979. Revitalisasi terakhir dilakukan pada 1993. Setelah itu, pemkot hanya melakukan pemeliharaan ringan tanpa menyentuh perbaikan secara menyeluruh.

Hasil pantauan Jawa Pos Radar Malang kemarin (12/1), sejumlah bagian pasar tampak kurang terawat. Mulai dari lantai yang rusak, atap yang mulai lapuk, hingga bedak-bedak pedagang yang kondisinya tidak lagi layak.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi mengatakan, belum lama ini jajaran Pemkot Malang mendatangi Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI untuk mengajukan revitalisasi Pasar Tawangmangu.

”Kami datang bersama wali kota dan ketua DPRD Kota Malang untuk mengajukan permohonan revitalisasi Pasar Tawangmangu,” ujar Eko. Dalam pengajuan tersebut, pemkot memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp 35 miliar. Menurut Eko, usulan tersebut mendapat respons positif dari Kemendag RI.

”Alhamdulillah, sambutannya sangat baik. Kemendag cukup responsif terhadap pemerintah daerah, apalagi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” terang pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.

Eko menjelaskan, revitalisasi nantinya akan membuat Pasar Tawangmangu tampil lebih modern. Konsepnya mengacu pada pembenahan sejumlah pasar lain di Kota Malang, seperti Pasar Klojen, Pasar Dinoyo, dan Pasar Oro-Oro Dowo.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji. Ia mengatakan, pascakunjungan ke Kemendag RI, pihaknya mendorong pemkot segera melengkapi seluruh dokumen administrasi yang dipersyaratkan. Salah satunya detail engineering design (DED).

”DED-nya sudah rampung Desember 2025. Kami target bisa terealisasi 2027,” ujar legislator PKS tersebut. (mel/adn)

Editor : Aditya Novrian
#DED #Diskopindag #malang #Kemendag