MALANG KOTA – Pemerintah Kota Malang bersiap menambah fasilitas pendukung sektor pariwisata dengan menghadirkan 200 becak listrik. Armada ramah lingkungan ini direncanakan beroperasi pada akhir Januari 2026 dan akan ditempatkan di berbagai lokasi menarik.
Koridor Kajoetangan Heritage yang dulunya merupakan simbol wisata Kota Malang merupakan lokasi utamanya. Saat ini ratusan becak tersebut telah diterima Pemkot Kota Malang dan masih disimpan di Gedung Islamic Center serta Stadion Gajayana. Becak listrik ini berwarna cokelat dan memiliki payung untuk kenyamanan penumpangnya.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi mengatakan seluruh unit akan disalurkan kepada pengayuh becak konvensional.
Menurutnya, kehadiran becak listrik diharapkan meingkatkan daya Tarik wisata kota dan memberikan inovasi bagi pengendara tranportasi kovensional. “Nanti 200 becak ini diperuntukan untuk melayani wisatawan,” ujarnya.
Disporapar dan Dinas Sosial Kota Malang masih melakukan pendataan calon penerima. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan diberikan dengan benar dan mengurangi kemungkinan masalah di kemudian hari.
Calon penerima wajib memiliki KTP Kota Malang serta sebelumnya berprofesi sebagai pengayuh becak konvensional. Selain Kajoetangan Heritage, becak listrik juga akan ditempatkan di kawasan hotel dan titik strategis lainnya. Penempatan ini dapat dimasukkan ke dalam paket wisata kota. Pendistribusian dan peresmian masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat dan diharapkan selesai pada akhir Januari.
Sementara itu Suryadi, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang menekankan betapa pentingnya Pemkot Malang mengatur pembagian titik operasional becak listrik. Ia mengingatkan bahwa tanpa pengaturan yang jelas armada becak listrik dapat menumpuk di tempat wisata yang penuh pengunjung.
"Kalau berkumpul nanti pasti akan macet dan menimbulkan masalah baru. Potensi dari becak listrik harus dimaksimalkan tanpa mengganggu kepentingan umum," tegasnya.
Suryadi mempertimbangkan kekhawatiran tersebut dan meminta pemkot benar-benar menyelesaikan rencana distribusi unit agar manfaatnya maksimal. (adk/by)
Disunting kembali oleh: Satya Eka Pangestu
Editor : Aditya Novrian