MALANG KOTA - Operasional Gedung Parkir Kajoetangan mulai optimal. Itu bisa dilihat dari banyaknya kendaraan roda dua yang terparkir di sana. Pada hari biasa, rata-rata ada 800-an kendaraan yang parkir.
Sementara saat akhir pekan, gedung itu bisa menampung 1.000 kendaraan roda dua. Kepala Bidang (Kabid) Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Rahmat Hidayat menyampaikan, sejak dibuka pada 7 Januari lalu, gedung parkir itu hampir penuh setiap hari. Sampai menyambung hingga Parkir Vertikal di Jalan Majapahit.
Baca Juga: Gedung Parkir Kajoetangan Dilengkapi dengan Galeri UMKM untuk Dukung Ekonomi Lokal
"Kurang lebih ada 1.000 kendaraan untuk Sabtu dan Minggu,” kata Rahmat.
Melihat kapasitas yang hampir penuh setiap hari, dishub tengah memantau grafik pendapatan dari titik tersebut. Sebab sejak 14 Januari lalu, sudah diberlakukan tarif normal.
Untuk kendaraan roda dua tarifnya Rp 2 ribu. Sedangkan kendaraan roda empat ditetapkan Rp 3 ribu. Dia berharap antusiasme masyarakat tetap tinggi meski tarif parkir sudah diberlakukan. Sebab, itu berkaitan dengan diberlakukannya aturan larangan parkir roda dua di kanan dan kiri Jalan Basuki Rahmat.
Baca Juga: Target Retribusi Parkir Kota Malang 2026 Dipatok Rp 15 Miliar, Dishub Andalkan Virtual Account
Rahmat menambahkan, ada sejumlah penyesuaian pada penataan parkir di Kajoetangan. Sebelumnya, roda dua ditempatkan pada lantai dua. Sedangkan mobil di lantai satu. Sejak 14 Januari, kendaraan roda dua kini ditempatkan pada lantai satu.
"Lantai atas lokasinya terbuka dan tidak ada atap. Sehingga ketika hujan seperti beberapa waktu lalu, helm dan kendaraan menjadi basah dan banyak dikeluhkan masyarakat," beber pria yang pernah berdinas di Satpol PP itu.
Di gedung itu bakal segera terpasang e-parking. Sehingga pembayaran parkir lebih transparan dan meminimalkan kebocoran pendapatan.
"Nanti juga ada dua metode pembayaran. Bisa dengan tunai dan QRIS," imbuh Rahmat.
Tidak hanya itu, di berbagai sudut gedung parkir juga telah terpasang kamera pemantauan. Itu untuk memastikan keamanan kendaraan warga. Total ada 30 CCTV yang dioperasikan dishub di sana. (adk/by)
Editor : Aditya Novrian