MALANG KOTA - Satu kereta api dari Stasiun Malang batal berangkat pada Minggu (18/1). Yakni Kereta Api Matarmaja relasi Malang-Pasarsenen atau sebaliknya. Itu karena banjir yang menutup jalur rel kereta api di beberapa titik di Pekalongan.
Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan, banjir terjadi sejak Kamis (15/1). Namun, dampak banjir masih dirasakan hingga kemarin.
”Hal ini (banjir) mengakibatkan prasarana tidak dapat dilalui dengan aman. Demi keselamatan perjalanan, kami melakukan rekayasa pola operasi perjalanan kereta api," jelasnya.
Selain rekayasa pola operasi perjalanan, pihaknya juga melakukan upaya lain. Berupa pembatalan satu keberangkatan kereta api dari Stasiun Malang yang melintasi jalur tersebut.
Mahendro melanjutkan, karena banjir yang terjadi, Kereta Api Matarmaja dari Pasarsenen menuju Stasiun Malang mengalami keterlambatan kedatangan selama 651 menit atau 10 jam 51 menit.
Keterlambatan kedatangan turut berdampak pada jadwal keberangkatan Kereta Api Matarmaja relasi Malang-Pasarsenen yang dijadwalkan berangkat tepat dari Stasiun Malang pukul 07.40.
”Total jumlah penumpang yang membatalkan dari Stasiun Malang sebanyak 278 penumpang," sebut Mahendro. Pihaknya pun menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen. Ketentuannya berupa pembatalan tiket dan pengembalian bea tiket dapat dilakukan maksimal hingga 7 hari dari tanggal dan jam keberangkatan yang tertera di tiket.
Lalu, pelanggan yang tidak berkenan melanjutkan perjalanan akibat pengalihan rute, rekayasa pola operasi, maupun dampak keterlambatan berhak memperoleh pengembalian bea 100 persen. Termasuk tiket terusan atau tiket pulang-pergi yang dikelola oleh KAI. (mel/adn)
Editor : Aditya Novrian