Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tekan Jumlah Kasus Bunuh Diri, Wali Kota Malang Bakal Gandeng Rektor

Bayu Mulya Putra • Selasa, 20 Januari 2026 | 09:39 WIB
YANG KESEKIAN: Polisi bersama personel PMI Kota Malang dan para relawan mendatangi Jembatan Soehat, Kecamatan Lowokwaru untuk melakukan evakuasi, dini hari kemarin (19/1).
YANG KESEKIAN: Polisi bersama personel PMI Kota Malang dan para relawan mendatangi Jembatan Soehat, Kecamatan Lowokwaru untuk melakukan evakuasi, dini hari kemarin (19/1).

MALANG KOTA - Pemkot Malang langsung bergerak setelah mendengar kabar adanya upaya mengakhiri hidup di Jembatan Soekarno-Hatta (Soehat), dini hari kemarin. Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 00.30 itu membuat Wali Kota Malang Wahyu Hidayat berencana mengumpulkan para rektor dalam forum rektor. Agendanya untuk mencegah terulangnya kasus serupa.

Berdasar penyelidikan Polsek Lowokwaru, upaya pengakhiran hidup di Jembatan Soehat pertama diketahui warga yang bernama Teguh Sugiaharto Santoso. ”Saat kejadian, yang bersangkutan sedang melintas di Jembatan Soehat. Dia melihat seorang perempuan menjatuhkan diri dari jembatan,” kata Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananta.

Teguh lantas menghubungi kepolisian dan relawan. Tidak lama kemudian, petugas kepolisian dibantu relawan dan PMI Kota Malang datang ke lokasi untuk mengecek ke bawah jembatan. Saat dicek, korban yang berinisial TA, 24, masih hidup. ”Namun, yang bersangkutan diperkirakan mengalami luka patah tulang di tangan kanan,” terang Anang.

Korban yang merupakan mahasiswa di salah satu kampus di Kota Malang itu segera dibawa ke RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang. Sampai sekarang, korban masih menjalani perawatan.  Motif korban masih terus didalami polisi. ”Kami masih menunggu pihak keluarga. Setelah keluarga datang, kami akan meminta keterangan dan melengkapi proses pemeriksaan,” tambah Anang.

Di tempat lain, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengaku sudah mendengar informasi upaya mengakhiri hidup di Jembatan Soehat. Untuk mencegah kejadian serupa, pihaknya sebenarnya sudah melakukan beberapa upaya. Salah satunya menambah pagar di sekitar jembatan.

Namun menurut dia, akar permasalahannya harus diselesaikan. ”Untuk itu, saya akan menggelar forum rektor yang salah satu agendanya membicarakan itu,” sebut Wahyu. Selain lewat forum rektor, dia juga sudah melakukan diskusi dengan lembaga psikolog atau kejiwaan.

Salah satu hasil dari diskusi itu, jika mengetahui ada individu yang merasa labil, harus segera dilakukan pendekatan. Menurut Wahyu, bukan jumlah pagar di Jembatan Soehat yang perlu ditambah. Melainkan harus dilakukan pendekatan melalui forum rektor agar ada evaluasi. (mel/by)

Editor : Aditya Novrian
#Wali Kota Malang #jembatan Soekarno-Hatta (Soekat) #malang #RSSA