MALANG KOTA – Lonjakan arus kendaraan diperkirakan terjadi di Kota Malang pada 8 Februari mendatang. Peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang dipusatkan di Stadion Gajayana diprediksi akan dihadiri sekitar 100 ribu jamaah dari berbagai daerah.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang bersama Polresta Malang Kota saat ini mematangkan pengaturan drop zone, lokasi transit, hingga kantong parkir. Dengan jumlah jamaah tersebut, diperkirakan sekitar 1.000 bus besar akan masuk ke Kota Malang.
Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, survei lapangan telah dilakukan di sejumlah titik. Namun skema final masih dalam tahap pembahasan dan koordinasi lintas instansi, termasuk dengan PWNU Jawa Timur. ”Dalam waktu dekat akan kami tetapkan. Masih kami koordinasikan agar pengaturannya tepat,” ujarnya.
Widjaja menyebut, aset Pemkot Malang tidak cukup untuk menampung seluruh jamaah. Sejumlah kantor kecamatan dan kelurahan akan difungsikan sebagai lokasi transit. Selain itu, beberapa fasilitas lain disiapkan, seperti Bakorwil Malang, Polkesma, SMKN 3 Malang, Graha Cakrawala, Samantha Krida, hingga Masjid Jami.
Untuk drop zone, pengaturan direncanakan di sekitar Jalan Ijen dan Jalan Semeru. Area sekitar Stadion Gajayana akan disterilkan dari kendaraan. Sementara kantong parkir disiapkan di Jalan Simpang Balapan, Lapangan Rampal, serta Islamic Center Kedungkandang.
”Penutupan jalan belum dibahas secara khusus. Pengaturan bersifat situasional,” jelas Widjaja. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meminta masyarakat memahami potensi dampak lalu lintas. ”Kemacetan sulit dihindari. Kami mohon pengertian warga,” ujarnya. CFD di Jalan Ijen pun dipastikan ditiadakan pada hari pelaksanaan. (adk/adn)
Editor : Aditya Novrian