MALANG KOTA - Selain mengganggu kenyamanan pengunjung car free day (CFD), keberadaan PKL liar juga membawa dampak lain. Yakni menambah timbunan sampah. Untuk mengatasi problem itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menyediakan lebih banyak tempat sampah di area CFD.
Kepala Bidang (Kabid) Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Malang Roni Kuncoro mengatakan, pihaknya belum pernah menghitung secara pasti timbunan sampah baru akibat PKL liar.
”Tapi kalau secara global di CFD saja yang biasanya terangkut antara 4 sampai 5 ton. Itu setara dengan satu truk dan satu pikap pengangkut sampah,” kata dia, kemarin (27/1).
Selain pengangkutan sampah rutin, pihaknya juga menyediakan bottle bank. Itu merupakan boks khusus untuk menampung sampah botol yang disediakan di Jalan Ijen dan Jalan Semeru. ”Dalam waktu dekat juga akan kami tambah di kawasan Ijen lainnya,” sambung Roni.
Pengadaan bottle bank tidak hanya dilakukan di area CFD saja. Namun juga di pusat keramaian seperti Jalan Trunojoyo (dekat Stasiun Malang), Kajoetangan Heritage, hingga kawasan perkantoran. Pihaknya terus mendorong agar masyarakat semakin sadar dalam menjaga kebersihan.
Apalagi, event rutin CFD memiliki tujuan untuk mengurangi emisi dari kendaraan. ”Tidak hanya mengurangi emisi, tapi juga peredaran sampah,” tegas pejabat eselon III B Pemkot Malang itu.
Pihaknya juga sudah menekankan kepada PKL resmi yang tergabung dalam paguyuban Wisata Belanja Ijen (WBI) untuk mengelola sampah secara mandiri. Dengan demikian, tidak menimbulkan timbunan sampah baru. Namun, yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) DLH yakni keberadaan PKL liar. (mel/by)
Editor : Aditya Novrian