KOTA MALANG – Malang bukan hanya dikenal karena udara yang sejuk dan kuliner yang beragam. Kota ini juga dikenal karena tata letak kota yang berpadu dengan elemen kolonial dan sentuhan modern yang memikat. Dibalik pesona alam dan wisata yang bervariatif, Malang mempunyai satu titik pusat yang bersejarah yaitu Alun-Alun Merdeka.
Alun-Alun Merdeka Kota Malang bukan hanya sekedar ruang terbuka hijau di jantung kota, melainkan sebagai landmark ikonik yang kaya akan sejarah. Diiringi dengan bangunan-bangunan seperti Masjid Jami’, Gereja, dan gedung pemerintahan. Alun-Alun Merdeka menyimpan banyak cerita bersejarah di dalamnya.
Alun-alun ini mulai dibangun sekitar tahun 1882. Pada awalnya kawasan ini digunakan sebagai pusat pemerintahan dan sosial selama penjajahan Belanda yang mencerminkan simbol kekuasaan. Strukturnya yang simetris dikelilingi oleh bangunan pemerintahan dan rumah ibadah menunjukkan gaya tata letak kolonial yang masih ada hingga saat ini.
Sebelum kemerdekaan, alun-alun ini masih dinamai Alun-Alun Malang. Namun, pasca proklamasi kemerdekaan namanya berganti menjadi Alun-Alun Merdeka, melambangkan titik perjuangan rakyat Malang dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan di wilayahnya.
Revitalisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang selama 4 bulan terhitung dari Oktober 2025 lalu, dilakukan peningkatan fasilitas, seperti perbaikan di sisi pencahayaan, tempat bermain anak, penambahan fasilitas air siap minum, dan pojok laktasi. Melalui serangkaian revitalisasi, Alun-Alun Merdeka bertransformasi menjadi “living monument” modern dan menjadi simbol identitas Kota Malang yang tetap mempertahankan nilai historisnya. Menjadi ruang bagi warga Malang untuk melakukan berbagai kegiatan keagaaman, tempat bersantai, hingga melepas penat setelah jenuh beraktivitas seharian.
Disunting kembali oleh: Xeon Rhao Loudra Widadi
Editor : Aditya Novrian