MALANG KOTA - Setelah revitalisasi Alun-Alun Merdeka tuntas, pemkot masih memiliki beberapa pekerjaan rumah (PR). Total ada tiga hal yang wajib dipikirkan. Yang pertama terkait penataan area parkir.
Berikutnya yakni penataan PKL. Terakhir yakni anggaran perawatan salah satu ikon Kota Malang tersebut. Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran menyampaikan, pasca-pembukaan alun-alun untuk umum, memang masih ada beberapa hal yang perlu ditambah.
Seperti papan peringatan dan papan informasi. ”Contohnya tentang jam operasional air mancur dan playground. Serta imbauan tentang menjaga kebersihan,” kata dia. Pihaknya saat ini tengah menyusun skema jaga. Khususnya untuk area-area tertentu. Seperti di toilet dan playground.
Untuk toilet, kemungkinan bakal beroperasi 24 jam. ”Sedangkan playground nanti per anak akan dibatasi waktu bermain jika pengunjungnya ramai. Agar semua masyarakat bisa menikmati fasilitas itu,” terang Raymond.
Saat ini, baru ada 20 petugas DLH yang akan ditugaskan di Alun-Alun Merdeka. Jumlah itu, menurut dia, masih belum ideal. Untuk itu akan dilakukan permintaan tambahan personel. Poin berikutnya yang dia garis bawahi yakni biaya pemeliharaan alun-alun.
Raymond memperkirakan, kebutuhan pemeliharaan selama setahun dan penambahan fasilitas bisa mencapai Rp 300 sampai Rp 400 juta. Untuk itu pihaknya sudah menyiapkan dua opsi. Bisa menggunakan APBD Kota Malang. Atau, kerja sama lagi dengan Bank Jatim sebagai pihak yang melakukan revitalisasi.
”Branding tetap Bank Jatim ini belum ada durasinya sampai kapan. Jika memang menempel terus di Alun-Alun Merdeka, bisa dilakukan skema dengan kerja sama pemeliharaan,” jelas dia. Seperti banyak diketahui, Alun-Alun Merdeka sudah dibuka untuk umum sejak Rabu malam (28/1). Revitalisasi itu menelan biaya hingga Rp 5 miliar.
Perubahan dilakukan pada beberapa titik. Seperti air mancur, area playground, lampu, toilet, ruang ibu menyusui, dan penambahan jalur khusus disabilitas. Kebutuhan terkait biaya perawatan yang disampaikan DLH cukup beralasan.
Sebab, pada tahun ini mereka terkena efisiensi anggaran. Untuk perawatan 99 taman yang ada di Kota Malang, DLH hanya dijatah anggaran senilai Rp 350 juta. Angka itu mengalami penurunan drastis dibanding tahun sebelumnya. Dengan demikian, Pemkot Malang harus memutar otak untuk mencari dana pemeliharaan Alun-Alun Merdeka. (adk/by)
Editor : Aditya Novrian