MALANG KOTA- Rasa ngilu saat minum minuman dingin atau nyeri yang datang tiba-tiba sering kali dianggap sepele. Kondisi itu bisa menjadi tanda awal kerusakan gigi yang lebih serius. Keluhan seperti itu paling sering diutarakan pasien saat datang ke Poli Spesialis Konservasi Gigi RSIA Muhammadiyah Malang.
Poli Spesialis Konservasi Gigi di RSIA Muhammadiyah Malang hadir dengan satu tujuan utama: mempertahankan gigi alami pasien selama mungkin. Melalui pemeriksaan menyeluruh, dokter gigi spesialis konservasi gigi mengidentifikasi sumber masalah dan menentukan perawatan yang tepat.
”Sebisa mungkin gigi asli dipertahankan. Gigi alami memiliki struktur yang sangat kompleks dan kuat, dan sampai sekarang belum ada pengganti yang benar-benar bisa menyamai fungsi gigi asli,” tutur drg. Anggani. Menurutnya, banyak pasien baru datang saat rasa sakit sudah tidak bisa ditahan. Padahal, penanganan tahap awal jauh lebih ringan dan hasilnya lebih optimal.
Selain sakit gigi berkepanjangan, gejala lain yang perlu diwaspadai masyarakat adalah gigi yang sangat sensitif terhadap panas, dingin, atau manis, peradangan pada gusi, hingga perubahan warna gigi yang menetap. ”Kalau tanda-tanda itu muncul, jangan menunggu. Semakin cepat diperiksa, semakin besar peluang gigi bisa diselamatkan,” ujarnya.
Upaya menjaga gigi tetap sehat sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Seperti membatasi makanan dan minuman manis serta yang terlalu panas atau dingin. Menggosok gigi minimal dua kali sehari. Memperbanyak konsumsi buah-buahan segar. Mengunyah permen karet tanpa gula juga dapat membantu membersihkan sisa asam di mulut. (gp)
Editor : Aditya Novrian