KOTA MALANG - Pelaksanaan program angkutan pelajar gratis dipastikan molor dari jadwal awal. Seharusnya, transportasi massal itu sudah mulai beroperasi pada bulan ini namun karena menunggu regulasi dari peraturan Wali (Perwali) Kota Malang maka operasionalnya tertunda.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra menuturkan bahwa persiapan program angkot pelajar hampir mencapai 100 persen. Namun pihaknya masih menunggu perwali untuk menjalankan program ini.
"Ketika sudah ada perwali program ini langsung bisa jalan, sehingga sekarang kami masih menunggu dari bagian hukum" ujarnya. Widjaja menyampaikan terdapat 80 sopir angkot yang menjadi bagian dari program angkutan pelajar gratis itu.
Terdapat beberapa aturan bagi sopir angkutan yang menjadi bagian program ini yaitu sopir tidak diperbolehkan merokok saat bertugas, kondisi tubuh yang sehat saat bekerja, dan memiliki surat-surat berkendara lengkap sebagai kepatuhan hukum berlalu lintas. Untuk rute angkot pelajar gratis ini juga sudah ditentukan sesuai dengan trayek angkutan masing-masing.
Waktu operasional program angkutan pelajar gratis ini mengikuti waktu berangkat dan pulang sekolah di Kota Malang. Sehingga setelah melakukan pengantaran dan penjemputan, sopir angkut akan berkegiatan seperti biasa atau melayani penumpang umum.
Di tempat lain, Ketua Serikat Sopir Indonesia (SSI) Kota Malang Stefanus Hari Wahyudi membenarkan bahwa proses seleksi telah rampung. Selain driver, armada angkutan pelajar gratis juga sudah siap. ”Kami hanya tinggal menunggu Pemkot Malang saja,” kata dia. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi armada angkutan pelajar gratis di antaranya harus lolos uji KIR. Kondisinya juga harus layak. Hal wajib lainnya harus lengkap surat seperti SIM dan STNK. (adk/by)
Disunting kembali oleh: Satya Eka Pangestu
Editor : Aditya Novrian