MALANG KOTA – Sejumlah prasarana perkeretaapian di jalur Malang–Wlingi diperiksa KAI menjelang angkutan Lebaran. Pemeriksaan dilakukan pada akhir Januari lalu sebagai bagian dari persiapan menghadapi meningkatnya mobilitas penumpang.
Pemeriksaan lintas tersebut dilakukan pada 28 Januar lalu. Executive Vice President (EVP) KAI Daop 8 Surabaya Daniel Johanes Hutabarat mengatakan, jalur yang diperiksa meliputi lintas Stasiun Malang hingga Stasiun Wlingi, mencakup Stasiun Malang, Malang Kotalama, Kepanjen, Sumberpucung, dan Wlingi.
Daniel menambahkan, pemeriksaan difokuskan pada prasarana dan fasilitas operasional perkeretaapian. Di antaranya kondisi jalur rel, sistem persinyalan, wesel, emplasemen stasiun, serta fasilitas pelayanan penumpang. ”Selain itu, infrastruktur penting seperti jembatan dan terowongan juga menjadi perhatian,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh prasarana dalam kondisi andal dan layak operasi, khususnya di lintas selatan Jawa Timur. Menurut Daniel, perhatian khusus diberikan pada wilayah Sumberpucung yang memiliki sejumlah jembatan dan terowongan sebagai bagian vital jalur tersebut.
Selain pemeriksaan lintas, KAI Daop 8 Surabaya juga melakukan pengecekan terhadap enam lokasi Daerah Pantauan Khusus (Dapsus). Lokasi tersebut dinilai memiliki potensi risiko sehingga memerlukan pengawasan lebih intensif. ”Ini merupakan bagian dari pengawasan berlapis yang dilakukan secara rutin,” kata Daniel.
Dengan pemeriksaan dan pengawasan yang terus dilakukan, KAI Daop 8 Surabaya menilai kesiapan infrastruktur di jalur Malang–Wlingi dalam kondisi aman. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran perjalanan kereta api selama masa angkutan Lebaran 2026. (mel/adn)
Editor : Aditya Novrian