MALANG KOTA – Kalangan dewan memberi apresiasi khusus terhadap capaian investasi di Kota Malang sepanjang 2025. Seperti diberitakan, nilai investasi di Kota Malang sepanjang tahun lalu mencatatkan nilai tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Nominalnya mencapai Rp 3,11 triliun. ”Artinya ada kepercayaan dari investor untuk menanamkan modal di Kota Malang. Harapan kami, pemkot bisa terus memberi iklim positif,” terang Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji.
Iklim positif yang dimaksud dalam hal kemudahan perizinan. Namun harus tetap memperhatikan sisi kemasyarakatan. Sebab sebelumnya ramai laporan terkait pembangunan jaringan hotel bintang lima di Jalan Ahmad Yani yang diprotes masyarakat setempat.
Kemudian pembangunan kafe berkedok diskotek. Kondisi tersebut kontra-produktif. Padahal investasi juga dibutuhkan untuk Kota Malang. ”Karena dari investasi, ada perputaran uang dan bisa menyerap lapangan pekerjaan,” sambung legislator PKS tersebut.
Untuk itu, pemkot juga harus bisa menjadi fasilitator antara pengusaha dengan masyarakat sekitar. Di samping memberikan kemudahan dalam proses perizinan. Apresiasi juga disampaikan Sekretaris Komisi A DPRD Kota Malang Harvard Kurniawan. Menurut dia, kenaikan nilai investasi ini membuktikan bahwa Pemkot Malang berhasil menarik minat investor.
Dilihat dari kontribusi per sektor, Harvard mengatakan ada satu yang terlalu dominan dalam dua tahun terakhir. Yaitu sektor hotel dan restoran. Salah satu penyumbang investasi sektor restoran berasal dari pendirian tempat hiburan malam. ”Pada 2025 lalu tempat hiburan malam bertambah cukup banyak. Itu ada dampak positif dan negatifnya,” ujarnya.
Harvard mengatakan, dampak positifnya tentu menambah investasi dan lapangan pekerjaan. Sedangkan, dampak negatifnya lebih ke sisi sosial dan keagamaan. Terus bertambahnya tempat hiburan malam berbanding terbalik dengan citra Kota Malang sebagai kota pendidikan. Ditambah lagi, ada satu tempat hiburan yang mendapat sorotan dalam beberapa waktu belakangan. Itu karena posisinya menempel dengan lembaga pendidikan.
”Kami rasa tempat hiburan malam sudah terlalu banyak. Sehingga tahun 2026 jangan terlalu mengandalkan investasi dari sektor itu,” tegas Harvard. Politisi PDIP itu meminta Pemkot Malang bisa menyusun roadmap investasi.
Dasarnya sudah ada. Yakni RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) Kota Malang. Dengan mengacu RDTR, Harvard meyakini investasi bisa lebih beragam dan merata. Tidak hanya di pusat kota atau dekat dengan perguruan tinggi. ”Harus menjadi perhatian investasi bisa ditingkatkan di wilayah lainnya. Contoh seperti Kedungkandang, agar perekonomian bisa merata, tidak hanya di pusat kota,” tandasnya. (mel/adk/by)
Editor : Aditya Novrian