Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Investasi di Kota Malang Sepanjang 2025 Serap 11 Ribu Tenaga Kerja

Aditya Novrian • Minggu, 1 Februari 2026 | 09:30 WIB
BERPROSES: Pembangunan Hotel Novotel Malang di Jalan Letjen Sutoyo, Kelurahan Rampal Celaket, Klojen masih berlangsung. Hotel itu diperkirakan bakal beroperasi pada 2027. DARMONO / RADAR MALANG.
BERPROSES: Pembangunan Hotel Novotel Malang di Jalan Letjen Sutoyo, Kelurahan Rampal Celaket, Klojen masih berlangsung. Hotel itu diperkirakan bakal beroperasi pada 2027. DARMONO / RADAR MALANG.

MALANG KOTA - Inilah salah satu alasan Pemkot Malang selalu menggenjot capaian investasi. Semakin banyak penanaman modal yang dilakukan, semakin banyak pula lowongan pekerjaan yang tersedia. Itu terbukti pada 2025 lalu, saat ada 11.708 tenaga kerja yang terserap ke dunia usaha.

Seperti diberitakan, pada 2025 lalu pemkot mencatatkan nilai investasi Rp 3,11 triliun. Itu adalah jumlah tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Peningkatan nilai investasi tersebut juga berdampak pada meningkatnya angka penyerapan tenaga kerja. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Malang Arif Tri Sastyawan menyebut, peningkatan nilai investasi itu terjadi karena berbagai faktor.

Salah satunya yakni kondisi ekonomi yang mulai pulih pasca- pandemi. Hal tersebut membuat investor semakin tertarik untuk menanamkan modalnya di Kota Malang. Sektor yang menjadi incaran juga bermacam-macam. Mulai dari perhotelan, kuliner seperti kafe dan restoran, perdagangan, industri, konstruksi, dan banyak lainnya.

”Yang nilai investasinya besar sekarang adalah perhotelan,” sebut Arif. Ada beberapa hotel yang dalam proses perizinan untuk pembangunan. Namun, satu hotel sudah proses pembangunan yakni Hotel Novotel Malang di Jalan Letjen Sutoyo. Hotel tersebut diperkirakan bakal beroperasi pada 2027.

Kemudian ada dua hotel yang sedang dalam proses penyelesaian perizinan. Yakni Luminor Hotel dan Dinoyo Oasis Apartment serta Java Dwipa Hotel. Kedua penginapan itu sudah menyelesaikan izin lingkungan. ”Tinggal pengurusan persetujuan bangunan gedung (PBG) di DPUPRPKP Kota Malang. Kabarnya pembahasannya tinggal tahap akhir,” sambung lelaki yang sudah menjabat sebagai Kepala DPMPTSP Kota Malang sejak 2022 itu.

Menurut Arif, setiap sektor usaha mampu menyumbang serapan tenaga kerja dengan jumlah yang berbeda-beda. ”Sebagai contoh untuk hotel bintang lima, estimasinya membutuhkan antara 200 sampai 250 pekerja. Itu untuk tenaga keamanan, hotelier, dan lain sebagainya,” sebut pejabat eselon II B Pemkot Malang tersebut.

Demikian pula dengan minimarket atau toko retail kecil. Di satu cabang, biasanya bisa menyerap 10 pekerja. Lalu pabrik rokok sigaret kretek tangan (SKT) yang bisa menyerap hingga 500 pekerja. Semakin banyak pekerja yang terserap, itu akan menekan angka pengangguran. (mel/by)

Editor : Aditya Novrian
#lowongan pekerjaan #investasi 2025 #ribuan tenaga kerja