Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Rekrutmen Sekolah Rakyat di Kota Malang Menunggu Gedung Baru, Juli 2026 Harus Bisa Ditempati

Mahmudan • Selasa, 3 Februari 2026 | 10:11 WIB
Ilustrasi sekolah rakyat
Ilustrasi sekolah rakyat

MALANG KOTA – Rekrutmen siswa baru untuk sekolah rakyat dibuka bulan ini. Namun belum dipastikan berapa pagu yang disediakan karena menyesuaikan kapasitas gedung baru. Nantinya, siswa hasil rekrutmen tahun ajaran 2026/2027 akan menempati gedung baru, tidak seperti kakak kelasnya yang masih menumpang di instansi lain.

Untuk diketahui, Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 22 menumpang di gedung milik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jatim. Kemudian Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 menumpang di gedung Politeknik Kota Malang (Poltekom).

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur Firdaus Sulistijawan menjelaskan, seleksi siswa baru dilakukan langsung oleh kementerian sosial (Kemensos) RI.

Rekrutmen Siswa Baru Sekolah Rakyat
Rekrutmen Siswa Baru Sekolah Rakyat

"Kementerian memiliki data anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah atau yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 sampai desil 4," jelasnya.

Dari data tersebut, Kemensos akan melakukan ground checking atau pengecekan lapangan. Pengecekan dilakukan melalui petugas Program Keluarga Harapan (PKH) di tingkat kota maupun kabupaten, termasuk di Malang Raya.

"Nanti dicek dan dilakukan profiling satu per satu. Mulai kondisi rumah, pekerjaan orang tua, hingga penghasilan orang tua," sambung Firdaus. Setelah selesai, dinas sosial di tingkat kota maupun kabupaten akan menyelenggarakan pleno untuk membahas hasil profiling.

Firdaus melanjutkan, siswa baru tidak menempati bangunan sekolah rakyat yang sekarang. Melainkan bangunan baru yang bersifat permanen. Di Kota Malang misalnya, dari informasi sementara menempati bangunan permanen yang diusulkan di Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang.

"Di sana (Arjowinangun) nanti ada jenjang SD sampai SMA, termasuk SRMP 16 dan SRMA 22. Kalau sekarang kan masih terpencar,” terangnya. Dia mengatakan, Dinsos Provinsi Jawa Timur sebenarnya sempat mengusulkan lokasi untuk bangunan permanen. Namun belum diterima.

Selain di Arjowinangun, ada pula usulan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Semula usulan itu di Pagelaran, lalu muncul usulan baru di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur. ”Setiap kota dan kabupaten nantinya memiliki satu sekolah rakyat, dengan kapasitas hingga 1.000 siswa dari jenjang SD sampai SMA,” kata Firdaus.

Senada dengan Firdaus, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kurikulum SRMA 22 Kota Malang Hilwa Uchti Millinia menambahkan, siswa baru akan bersekolah di bangunan permanen. Sebab, kapasitas bangunan yang ditempati sekarang hanya cukup untuk 75 siswa, 17 guru, delapan wali asuh, dan beberapa tenaga pendukung.

"Area yang digunakan sekarang dipinjamkan oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur," sebut Hilwa. Sebelumnya, area tersebut digunakan untuk pelatihan ASN di pemprov. Demikian pula dengan fasilitas pendukung di dalamnya seperti laptop hingga tempat tidur.

Adapun untuk rekrutmen SRMP juga dimulai bulan ini. Kendati demikian, hingga awal Februari ini belum ada kejelasan teknis terkait pagu dan mekanisme pelaksanaannya. Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang hanya menyiapkan data yang mungkin dibutuhkan, seperti daftar warga desil 1 dan 2 serta survei ke lokasi mereka.

“(perlu gedung baru) karena bangunan SR saat ini kapasitasnya sudah penuh dan tidak memungkinkan untuk menambah siswa lagi,” ujar Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito.

Oleh karena itu, dia menilai tepat ketika membuka seleksi dengan penambahan gedung baru. Donny mengusulkan lahan seluas 5,4 hektare untuk pembangunan SR permanen. Lokasinya di Jalan Babatan, Kelurahan Arjowinangun, Kota Malang.

Lahan itu adalah aset Pemkot Malang yang memiliki status lahan industri sehingga bisa dijadikan kawasan terbangun. Di pihak lain, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang Subkhan mengatakan, jika disetujui, lahan tersebut sementara menggunakan skema pinjam pakai dengan Kemensos.

Tetapi selanjutnya bisa memakai skema hibah. “Seperti Poltekkom, penyerahan lahan menggunakan pinjam pakai. Jadi nanti bisa kembali digunakan oleh Pemkot Malang,” terang Subkhan.

Sebagai informasi, siswa SRMP 16 menjalani proses belajar mengajar di gedung Poltekkom, Jalan Raya Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang. Karena keterbatasan lahan, kuota terbatas hanya 100 siswa.

Sementara bangunan baru yang direncanakan tahun ini bisa menampung 1.000 siswa. Kepala SRMP 16 Rida  Afrilyasanti berharap pembangunan gedung permanen untuk SR segera dimulai.

Sebab gedung itu harus bisa ditinggali Juli depan. “Fasilitas yang ada saat ini di sekolah sudah sangat cukup, tapi kalau menambah murid sudah tidak bisa,” ujar Rida. Kebutuhan fasilitas seperti lab IPA sudah terpenuhi. Namun karena kapasitas hanya 100 siswa, saat ini gedung sudah sangat penuh. (mel/aff/dan)

Editor : Aditya Novrian
#BPSDM #Dinsos #malang #srma