MALANG KOTA – Operasional Bus Trans Jatim di Malang akan mengalami penyesuaian mulai hari ini, Jumat (7/2), hingga Sabtu (8/2). Penyesuaian ini menyusul penyelenggaraan Muhajadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU), yang menyebabkan beberapa ruas jalan dialihkan dan ditutup sementara.
Kepala Seksi Sarana Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, Cito Eko Yuli Saputro, menyebut ada enam titik henti yang dinonaktifkan sementara. Keenam titik tersebut adalah Shelter Kajoetangan, Rambu Ijen 1, Rambu Ijen 2, Shelter Veteran 1, Shelter Kawi 1, dan Shelter Kawi 2.
Baca Juga: Jangan Sampai Salah, ini Lokasi Parkir Bagian Zona Timur yang Perlu Diketahui pada Harlah 1 Abad NU
Penonaktifan dilakukan karena ada pengalihan arus dan penutupan jalan, seperti Jalan Kawi, Jalan Besar Ijen, dan Jalan Semeru,” jelas Cito kepada Jawa Pos Radar Malang Jumat (6/2). Penonaktifan mulai pukul 15.00 WIB hari ini hingga besok, sehingga penumpang yang biasa menunggu di enam titik tersebut sementara tidak dapat terangkut.
Meski demikian, titik henti lain tetap beroperasi normal, termasuk di Pasar Bunulrejo, Stasiun Malang Barat, Stasiun Malang Timur, Sawojajar 1, dan Veteran 2.
Baca Juga: Simak Rundown Lengkap Kegiatan Harlah 1 Abad NU di Kota Malang
Dishub Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, terutama karena beberapa titik henti yang dinonaktifkan biasanya memiliki jumlah penumpang cukup banyak. Pihaknya memastikan akan terus memantau kondisi lalu lintas dan mengaktifkan kembali titik henti segera setelah memungkinkan.
“Aktivasinya bersifat tentatif. Jika kondisi jalan sudah memungkinkan, titik henti akan segera difungsikan kembali,” pungkas Cito. (mel)
Editor : Aditya Novrian