MALANG KOTA - Kasus dugaan pencurian helm saat konser musik di Boomi Carnival Sudimoro, Kota Malang pada 8 Februari lalu yang menyeret nama Capres BEM Polinema kini sedang diinvestigasi secara internal oleh pihak kampus.
Melalui unggahan resmi di akun Instagram @polinema_campus pada 10 Februari lalu, pihak kampus menyatakan telah membentuk tim khusus untuk menginvestigasi kejadian yang ramai di medsos itu. Jika terbukti melibatkan civitas akademika, sanksi akan dijatuhkan sesuai aturan.
“Polinema sedang menindaklanjuti informasi yang beredar dan melakukan investigasi internal. Tindakan akan diambil sesuai ketentuan apabila terbukti melibatkan civitas akademika,” tulis keterangan resmi kampus.
Video viral itu memperlihatkan seorang pemuda berbaju merah yang diduga mencuri helm saat konser musik. Nahasnya, terduga pelaku terjebak kemacetan ketika hendak melarikan diri. Dalam rekaman, pemuda yang mengendarai sepeda motor bernopol AG 3137 BZ tampak tertunduk dan berusaha menutupi wajah ketika menjadi sorotan warga.
Kepadatan lalu lintas membuatnya tidak dapat melaju, sehingga menjadi perhatian pengguna jalan lain. Kasus ini kian ramai setelah muncul spekulasi yang menyebut pemuda dalam video tersebut diduga salah satu Capres BEM Polinema.
Namun hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak kampus mengenai identitas pelaku dan kebenaran keterkaitannya dengan kontestasi BEM. Polinema meminta publik menahan diri dari spekulasi yang berpotensi memperkeruh situasi.
Tim Humas Polinema Hudriyah Mundzir mengatakan kasus itu masih dalam tahap penyelidikan internal. Ia berkomitmen mengumpulkan bukti-bukti yang cukup sebelum menentukan langkah selanjutnya. “Saat ini, kami dalam proses investigasi,” tegasnya.
Salah satu mahasiswa Polinema angkatan 2024, Dahlia (bukan nama sebenarnya) mengungkapkan, di kalangan mahasiswa beredar dua narasi berbeda. Sebagian meyakini adanya dugaan pencurian. Sebagian lain menilai kejadian itu hanya salah paham. “Katanya helm hanya tersenggol terduga pelaku lalu jatuh, kemudian diambil. Karena yang bersangkutan tidak memakai helm, situasi jadi terlihat seolah-olah mencuri,” ujarnya.
Informasi mengenai terduga pelaku yang merupakan bakal capres BEM tersebut diperkuat dengan press release melalui akun instagram @bempolinema. Dalam unggahannya, BEM Polinema membenarkan terduga pelaku terlibat dalam kontestasi pemilihan Presma.
Dahlia mengaku terduga pelaku merupakan mahasiswa aktif. “Dia memang mahasiswa yang cukup aktif di beberapa kegiatan dan organisasi,” tambahnya. Sepengetahuan Dahlia, terduga pelaku juga tidak memiliki catatan pelanggaran di lingkungan organisasi maupun kampus.
Dia menambahkan, terduga pelaku disebut berasal dari latar belakang keluarga yang baik dan berkecukupan. Itulah yang mem buat sebagian mahasiswa merasa terkejut atas dugaan yang muncul. Sebab, citra yang selama ini melekat pada terduga pelaku dinilai bertolak belakang dengan tudingan yang beredar. (Wanasa Rahmat Akbar Adzani/ori/dre)
Disunting ulang oleh Marsha Nathaniela
Editor : Aditya Novrian