MALANG KOTA - Sejak diresmikan dan dibuka kembali pada 28 Januari 2026, Alun-Alun Merdeka Kota Malang terus dipadati pengunjung. Revitalisasi kawasan ruang terbuka publik di jantung Kota Malang itu mendapat respons positif dari masyarakat, meski masih muncul keluhan soal bau tak sedap di sekitar area air mancur.
Indah, 35, warga Tajinan yang ditemui Jumat (13/2) lalu, mengaku perubahan alun-alun terasa signifikan. Ia datang bersama anaknya yang bermain di area air mancur. “Sekarang lebih bersih dan terawat. Anak-anak juga senang menunggu air mancurnya menyala,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Roni, 41, warga Kota Malang. Menurut dia, kondisi alun-alun saat ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Keberadaan air mancur menjadi daya tarik utama, khususnya bagi anak-anak. “Sekarang lebih bagus. Air mancur ini bikin anak-anak senang. Kalau dipagar, mereka tidak bisa main,” katanya.
Revitalisasi dinilai membuat kawasan alun-alun kembali hidup sebagai ruang rekreasi keluarga. Banyak pengunjung datang bersama anak-anak dan memanfaatkan area air mancur sebagai tempat bermain. Sebagian bahkan sengaja membawa pakaian ganti untuk anak mereka.
Meski demikian, masyarakat berharap pengelolaan dan perawatan kawasan tetap konsisten. Kebersihan, kenyamanan, serta kualitas fasilitas publik dinilai menjadi kunci agar Alun-Alun Merdeka tetap menjadi ruang terbuka yang ramah bagi warga. (Sukma Fadilah/ori/dre)
Editor : Aditya Novrian