MALANG KOTA – Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang diperingati hari ini (17/2) membuka harapan bagi para pengusaha. Sebab dalam astrologi Tiongkok, Imlek kali ini menandai dimulainya tahun kuda api. Dari kacamata feng shui, kuda api bisa dimaknai menjadi momentum untuk mengejar target.
Pemerhati Feng Shui asal Malang, Hariadi mengungkapkan, berbeda dengan Imlek 2025 yang merupakan tahun ular kayu. "Ular kan karakternya mendekat, lalu menunggu untuk mencaplok targetnya. Sementara kuda api ini cenderung kejar-kejaran," ungkap dia.
Dia menyebut, banyak kejadian atau pihak-pihak yang tahun lalu cenderung wait and see, kini mulai mengejar targetnya. Hariadi mencontohkan KPK RI yang gencar-gencarnya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan pemerintahan.
Untuk menghindari kejatuhan, Hariadi menyarankan ada perhitungan dan perencanaan matang. Selain itu, lanjutnya, masyarakat harus pandai melihat peluang. "Kalau bisa mengatur perencanaan, hasilnya akan bagus.
Sebaliknya, jika tidak ya hasilnya berpotensi mempengaruhi perjalanan tahun depan," sambung lelaki berusia 80 tahun tersebut. Hariadi mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama pada penipuan. Dia menyebut tahun 2026 marak dengan penipuan.
Hariadi mengatakan, kuda api terjadi setiap 60 tahun sekali. Artinya, kuda api yang sekarang merupakan siklus dari tahun 1966 lalu. "Banyak yang bertanya-tanya, apakah tahun ini akan terasa seperti 1966? Saya tidak bisa mengatakan ya. Wallahualam," tutur dia.
Seperti yang diketahui, tahun 1966 menjadi titik balik sejarah Indonesia. Ditandai dengan transisi dari Orde Lama ke Orde Baru. Ada peristiwa penting seperti Supersemar hingga pembubaran PKI.
Upaya agar lebih terencana tidak hanya berlaku di tingkat nasional. Namun juga di Malang Raya. Pada pemerintahan misalnya, Hariadi memberi saran agar pemda di Malang raya berhati-hati dalam membuat perencanaan dan menyampaikan informasi ke masyarakat.
Sebab, Hariadi menyebut banyak pejabat di Malang Raya yang sering kali berbicara hal yang keliru. Dia khawatir sikap seperti ini akan memberikan pengaruh terhadap pemerintahan. Termasuk sektor-sektor lain seperti investasi.
Namun di sisi lain, Hariadi juga meminta masyarakat tidak panik dan tetap membuat perencanaan yang matang untuk target-target yang ingin dicapai. Sebab, usaha maksimal yang dilakukan bisa mempengaruhi hasil.
”Pada dasarnya, setiap sektor ada baik dan ada buruknya. Yang terpenting, dibutuhkan perencanaan sekaligus strategi yang matang,” pungkasnya. (mel/dan)
Editor : A. Nugroho